PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Gangguan pasokan listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian DPRD Kota Palangka Raya. Pemadaman dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memberikan tekanan tambahan bagi pelaku usaha, khususnya sektor UMKM.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengatakan pemadaman listrik berulang dapat menghambat kegiatan produksi dan pelayanan usaha. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pendapatan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik.
“Pemadaman listrik yang berulang tentu sangat merugikan masyarakat, terutama pelaku UMKM. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengoperasikan genset, sementara harga bahan bakar seperti Pertamax juga tidak murah. Kondisi ini jelas menambah beban usaha,” ujar Khemal.
Menurutnya, sebagian pelaku usaha terpaksa menggunakan genset untuk menjaga operasional tetap berjalan. Namun, penggunaan perangkat tersebut membutuhkan biaya tambahan, terutama untuk bahan bakar dan pemeliharaan.
“Banyak pelaku UMKM yang terdampak karena aktivitas usaha mereka tidak dapat berjalan normal saat listrik padam. Bahkan, ada yang terpaksa menggunakan genset agar usaha tetap beroperasi,” katanya.
Khemal menilai dampak pemadaman juga tidak terbatas pada sektor ekonomi. Kondisi lingkungan yang minim penerangan, terutama pada malam hari, berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kondisi gelap akibat listrik padam bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan yang serius,” tegasnya.
Ia meminta perusahaan penyedia layanan kelistrikan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan, serta perkembangan proses pemulihan kepada masyarakat.
Menurut Khemal, keterbukaan informasi diperlukan agar warga maupun pelaku usaha dapat mengantisipasi dampak pemadaman terhadap aktivitas mereka.
“Kami meminta PLN memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat terkait penyebab gangguan, langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan, serta estimasi waktu normalisasi,” ujarnya.
Ia berharap keandalan sistem kelistrikan segera ditingkatkan sehingga gangguan serupa tidak terus berulang. Menurutnya, pasokan listrik yang stabil merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga keamanan masyarakat.
“Keandalan pasokan listrik sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan menjaga keamanan masyarakat. Kami berharap gangguan ini segera teratasi sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


