PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, mengajak masyarakat berperan aktif dalam memperkuat upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Ia menegaskan, pencegahan merupakan langkah paling strategis untuk menekan risiko Karhutla, terutama menjelang musim kemarau. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan pengendalian Karhutla.
“Penanganan Karhutla harus dimulai dari pencegahan. Kesadaran masyarakat sangat berpengaruh untuk menghindari terjadinya kebakaran yang meluas,” ucapnya, Rabu (21/1/2026).
Sigit mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya Karhutla dan berdampak serius terhadap lingkungan, kesehatan, serta kehidupan sosial ekonomi.
“Pembakaran lahan masih kerap ditemukan. Cara ini berisiko tinggi dan dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong penguatan peran masyarakat melalui pembentukan kelompok siaga kebakaran di tingkat lingkungan dan kelurahan. Kelompok ini diharapkan mampu melakukan pemantauan dan penanganan awal ketika ditemukan titik api.
“Kelompok siaga kebakaran berfungsi sebagai deteksi dini di lapangan. Respons cepat sangat menentukan agar api tidak berkembang,” jelasnya.
Sigit juga menekankan pentingnya pelaporan segera kepada pihak berwenang jika masyarakat menemukan indikasi kebakaran. Informasi yang cepat dan akurat akan memudahkan aparat terkait melakukan penanganan sejak dini.
“Kalau ada titik api, segera laporkan. Jangan menunggu sampai api membesar,” tuturnya.
Ia menambahkan, Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan keamanan wilayah.
“Bencana Karhutla mengganggu kesehatan, membatasi aktivitas masyarakat, dan berdampak pada perekonomian daerah,” ujarnya.
Sigit berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar kejadian Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin.
“Pengendalian Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak dan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan,” tutupnya.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal


