PALANGKA RAYA, katakata.co.id — Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) resmi menyampaikan apresiasi tertinggi atas terpilih dan diangkatnya Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPP GDAN, Ririen Binti, yang menegaskan bahwa rekam jejak Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memiliki kedekatan emosional dan komitmen nyata yang sangat besar bagi masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Momen bersejarah tersebut terekam jelas saat beliau masih menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI). Saat itu, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto hadir langsung di Kota Palangka Raya untuk memimpin Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba Menuju Kalteng Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang digelar secara masif di kawasan Bundaran Besar/Menara Talawang pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Acara akbar yang diinisiasi oleh GDAN bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, serta didukung penuh Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, melibatkan 3.333 peserta yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa.
Angka 3.333 ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada 3 anggota kepolisian yang gugur dalam tugas mulia pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Katingan. Dalam momentum emosional tersebut, Komjen Pol. Suyudi memberikan apresiasi yang luar biasa atas gerakan nyata yang digalang oleh GDAN bersama seluruh unsur Forkopimda Kalteng.
“Kami selaku pengurus dan seluruh keluarga besar GDAN Kalteng mengucapkan selamat atas tugas baru yang diemban oleh Bapak Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Kami ingat betul bagaimana dukungan dan apresiasi hangat yang beliau berikan kepada gerakan kami saat deklarasi akbar di Bundaran Besar. Kehadiran beliau waktu itu menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukanlah sekadar slogan, melainkan perjuangan bersama demi menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Ketua GDAN Kalteng, Ririen Binti.
Lebih lanjut, Ririen mengungkapkan bahwa dengan terpilihnya mantan Kepala BNN RI tersebut menjadi orang nomor satu di tubuh Korps Bhayangkara, GDAN menaruh harapan dan optimisme yang sangat tinggi. GDAN berharap di bawah tongkat komando beliau, tindakan pencegahan dan pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah, akan semakin keras, tegas, dan tanpa kompromi.
Sebagai simbol keberanian dan tanggung jawab bersama, aksi nyata pemberantasan narkoba yang sebelumnya ditandai dengan prosesi penyerahan sembilan tongkat komando kepada unsur pimpinan daerah saat deklarasi, kini diharapkan kian meluas menjadi aksi berkelanjutan.
GDAN menegaskan kesiapan penuh untuk terus berdiri di garis depan, menjadi benteng pertahanan adat dan masyarakat, serta berkolaborasi secara total dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia dari tingkat pusat hingga daerah guna mewujudkan cita-cita mulia menuju Indonesia Emas yang bersih dari narkoba.
Penulis : Wiyandri/list
Editor : Ardi


