SAMPIT, katakata.co.id – Kualitas air baku Sungai Mentaya di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menurun, akibat intrusi air laut selama kemarau berkepanjangan. Kondisi paling parah terjadi di wilayah selatan, sementara Desa Pelangsian mulai masuk kategori waspada.
Direktur Perumdam Tirta Mentaya Kotim, Ismanadi mengatakan, kondisi tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan secara berkala terhadap air baku. Pengujian menunjukkan adanya peningkatan kadar salinitas di beberapa wilayah sepanjang Sungai Mentaya.
Di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kadar garam masih dipengaruhi kondisi pasang surut. Saat air sungai dalam kondisi pasang, salinitas dapat mencapai 400 ppm dan kemudian menurun ketika air surut.
“Wilayah Pelangsian, ketika air pasang naik, kadar salinitasnya bisa mencapai 400 ppm. Masih bisa dikonsumsi, tetapi secara terbatas karena statusnya sudah waspada,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Berbeda dengan Pelangsian, kondisi di wilayah selatan Kotim sudah jauh lebih mengkhawatirkan. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit hingga Pulau Hanaut.
Ismanadi mengatakan, hasil pengujian menunjukkan kadar salinitas di wilayah tersebut telah berada di atas batas yang aman untuk air konsumsi. Bahkan, kadar garam tetap tinggi baik ketika air dalam kondisi pasang maupun surut.
“Salinitas air di selatan Kotim berada di atas 650 ppm, baik saat air pasang maupun surut, sehingga sangat tidak aman dikonsumsi. Kami sarankan hanya digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK),” tegasnya.
Sebagai pembanding, ambang batas salinitas air yang layak dikonsumsi berada di bawah 300 ppm. Tingginya kadar garam membuat air baku dari sungai di wilayah selatan tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Intrusi air laut tersebut telah berlangsung lebih dari sebulan. Kemarau yang berkepanjangan membuat kondisi air semakin terdampak sehingga masyarakat di wilayah selatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkab Kotim melalui Perumdam Tirta Mentaya bersama sejumlah instansi terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Distribusi dilakukan secara rutin selama kondisi air baku belum kembali normal.
Penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama intrusi air laut masih berlangsung. Perumdam juga terus memantau kondisi air baku untuk mengetahui perkembangan kadar salinitas di sejumlah wilayah.
Penulis/Editor : Juniardi


