SAMPIT, katakata.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai berdampak langsung terhadap perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.
Camat Parenggean, Muhammad Jais mengatakan, berdasarkan pemetaan sementara, sedikitnya empat desa dan satu kelurahan menjadi wilayah yang rawan karhutla. Wilayah tersebut meliputi Desa Tehang, Kebuau, Menjalin, Bejarau dan Kelurahan Parenggean.
“Rata-rata lahan yang terbakar adalah lahan warga. Ada pula lahan perusahaan, tetapi cepat penanganannya,” kata Jais, Minggu (13/9/2026).
Dari wilayah yang terdampak, kebun sawit masyarakat di Desa Menjalin, Bejarau dan Kebuau menjadi lokasi dengan kondisi cukup parah. Luasan kebun warga yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.
“Kalau punya warga itu sekitar 50-an hektare itu ada,” terangnya.
Dampak kebakaran tidak hanya berupa kerusakan lahan, tetapi juga berpengaruh terhadap penghasilan petani. Tanaman sawit yang terbakar membutuhkan waktu untuk kembali pulih, sehingga tidak dapat langsung menghasilkan buah.
“Dampaknya ya memang merugikan. Karena apa, karena namanya kena kebakaran itu mungkin 4 sampai 5 bulan tidak bisa produksi mereka,” jelas Jais.
Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Parenggean harus menangani karhutla dengan keterbatasan dukungan anggaran. Untuk menjaga efektivitas penanganan, wilayah kecamatan tersebut dibagi menjadi tiga zona yang melibatkan berbagai unsur.
Penanganan dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, relawan pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga pihak swasta.
“Sampai saat ini belum ada dana keluar untuk penanganan karhutla. Cuma kami di Parenggean berkomitmen bagaimana kami selaku camat mengendalikan dengan tidak adanya dana itu,” tuturnya.
Keterbatasan operasional seperti kebutuhan bahan bakar, air dan konsumsi personel diatasi melalui dukungan perusahaan yang beroperasi di wilayah Parenggean. Bantuan tersebut berupa armada truk tangki berkapasitas besar serta logistik, untuk mendukung personel yang bertugas di Posko Induk.
Jais mengatakan, dukungan pihak perusahaan cukup membantu kelancaran pemadaman, terutama dalam memenuhi kebutuhan operasional petugas dan relawan di lapangan.
Penulis/Editor : Juniardi


