SAMPIT, katakata.co.id – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang kembali memburuk membuat sejumlah sekolah mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik.
Pada Senin (31/8/2026), sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah, setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Sampit.
Kabut asap terlihat cukup pekat pada pagi hari. Meski jarak pandang berangsur membaik ketika memasuki siang, kondisi kualitas udara masih belum menunjukkan situasi yang aman.
Data aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB berada di atas angka 450. Sementara PM10 tercatat berada pada kisaran 600 hingga lebih dari 700.
Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori berbahaya sehingga berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh adalah SD Negeri 6 Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Pembelajaran siswa dialihkan ke rumah sebagai langkah antisipasi selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.
Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari orang tua siswa. Tari, salah seorang wali murid, menilai pembelajaran dari rumah lebih aman ketika kualitas udara sedang memburuk.
“Saya mendukung untuk pembelajaran jarak jauh kalau kualitas udaranya buruk, apalagi kalau kabut asapnya pekat. Ini untuk menjaga kesehatan anak kami,” ungkapnya.
Penerapan pembelajaran jarak jauh juga mengacu pada ketentuan dalam surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, terkait pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kondisi kualitas udara.
Dalam ketentuan tersebut, pembelajaran dapat dilakukan secara jarak jauh ketika ISPU berada pada kategori sangat tidak sehat maupun berbahaya.
Dengan kualitas udara Kotim yang sempat berada jauh di atas ambang kategori berbahaya, sekolah dituntut menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi lingkungan.
Orang tua juga diimbau membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kabut asap masih terjadi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi paparan udara tercemar yang dapat berdampak terhadap kesehatan.
Editor : Juniardi


