SAMPIT, katakata.co.id – Kepemilikan dokumen administrasi kependudukan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menjadi perhatian. Hingga semester I 2026, baru 48,78 persen penduduk Kotim yang tercatat telah memiliki akta kelahiran.
Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim menunjukkan, dari total 470.539 penduduk, sebanyak 229.533 orang telah memiliki dokumen akta kelahiran.
Sementara itu, masih ada 241.054 penduduk atau sekitar 51,22 persen yang belum tercatat memiliki akta kelahiran.
Kepala Disdukcapil Kotim, Wiyono mengatakan, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan. Pihaknya terus mendorong masyarakat untuk melengkapi dokumen kependudukan, salah satunya melalui sosialisasi mengenai pentingnya akta kelahiran.
“Realisasi kepemilikan akta kelahiran saat ini sebesar 48,78 persen,” kata Wiyono, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, akta kelahiran bukan sekadar dokumen pencatatan identitas. Dokumen tersebut menjadi bukti resmi mengenai identitas dan status seseorang serta dibutuhkan dalam berbagai urusan administrasi dan pelayanan publik.
Karena itu, Disdukcapil mengajak masyarakat yang belum memiliki akta kelahiran untuk segera mengurus dokumen tersebut melalui layanan administrasi kependudukan yang tersedia.
Selain akta kelahiran, Disdukcapil Kotim juga mencatat kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA). Hingga semester I 2026, tercatat sebanyak 62.503 keping KIA telah dimiliki masyarakat.
Wiyono mengingatkan masyarakat, agar tidak menunggu hingga membutuhkan dokumen tersebut untuk kemudian mengurusnya. Kelengkapan administrasi kependudukan sejak dini dinilai dapat mencegah kendala ketika masyarakat mengakses berbagai layanan.
“Kelangkapan administrasi kependudukan itu penting, agar masyarakat tidak mengalami kendala ketika membutuhkan layanan pemerintah maupun berbagai keperluan lainnya,” ungkapnya.
Disdukcapil Kotim berharap, kesadaran masyarakat untuk melengkapi dokumen kependudukan terus meningkat, sehingga cakupan kepemilikan akta kelahiran maupun dokumen administrasi lainnya dapat semakin luas.
Editor : Juniardi


