PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi perhatian Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh. Ia mendorong agar pengembangan pendidikan di Kalteng tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat karakter melalui budaya dan kearifan lokal.
Faridawaty menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus memiliki jati diri. Karena itu, identitas Kalteng sebagai Bumi Pancasila dan Bumi Tambun Bungai dinilai perlu menjadi salah satu pijakan dalam menentukan arah pembangunan pendidikan daerah.
“Pendidikan harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami jati dirinya, mengenal budayanya, serta memiliki karakter yang kuat sesuai nilai-nilai luhur daerah,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng tersebut juga menyoroti masih kompleksnya tantangan pemerataan pendidikan, khususnya terkait akses dan kualitas layanan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.
Menurutnya, kondisi geografis Kalteng yang luas serta belum meratanya infrastruktur menjadi faktor yang turut memengaruhi kualitas layanan pendidikan di sejumlah daerah.
“Masih ada saudara-saudara kita di pedalaman yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar tidak terjadi kesenjangan yang terus melebar,” katanya.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas itu menekankan pentingnya menghadirkan sistem pendidikan yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan masyarakat setempat.
Ia menilai pembelajaran tidak seharusnya hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga perlu menghubungkan pengetahuan dengan lingkungan, kehidupan sosial, budaya, dan potensi daerah.
“Anak-anak kita harus belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai budaya, kehidupan sosial, hingga kearifan lokal harus menjadi bagian dari proses pembelajaran,” tuturnya.
Di sisi lain, Faridawaty mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan nilai-nilai lokal di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, pendidikan harus mampu menjadi jembatan antara kemajuan teknologi dan kelestarian budaya. Dengan demikian, generasi muda Kalteng dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas daerah.
“Globalisasi tidak bisa dihindari, tetapi kita harus memastikan bahwa generasi muda tetap memiliki akar yang kuat. Pendidikan harus menjadi ruang untuk menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai tersebut,” ucapnya.
Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini juga menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun sekolah. Peran tenaga pendidik, orang tua, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Semua elemen harus berperan aktif dalam mendukung perkembangan pendidikan,” tegasnya.
Dalam momentum Hardiknas 2026, Faridawaty berharap komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kalteng terus diperkuat tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah.
Ia optimistis Kalteng memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan berbasis kearifan lokal yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, berintegritas, dan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Ini saatnya kita memperkuat pendidikan yang berakar pada budaya lokal, namun tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. Dengan begitu, kita bisa menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


