PALANGKA RAYA, katakata.co.id – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambut positif aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Gerakan Mahasiswa Anak Buruh di depan Kantor DPRD Kalteng.
Aksi yang melibatkan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tersebut menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari hak-hak rakyat, isu ketenagakerjaan, evaluasi pembangunan, hingga sektor pendidikan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.
Wakil Ketua DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan aspirasi yang disampaikan mahasiswa pada dasarnya sejalan dengan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian dan catatan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Kami dari DPRD menyambut positif atas seluruh gerakan dan aksi teman-teman mahasiswa. Apa yang disampaikan tadi sejujurnya sudah menjadi catatan kita bersama di dewan,” ujar Junaidi saat ditemui di tengah aksi massa.
Menurutnya, penyampaian aspirasi melalui aksi demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang harus dihormati. Namun, agar aspirasi tersebut menghasilkan kebijakan yang konkret, Junaidi mendorong adanya tindak lanjut melalui forum dialog antara mahasiswa, DPRD, dan pemerintah daerah.
Ia berharap audiensi lanjutan dapat menghadirkan langsung Gubernur Kalteng sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam mengeksekusi berbagai kebijakan daerah.
“Harapan kita nanti kegiatan ini ada tindak lanjut di mana Pak Gubernur bisa hadir langsung, sehingga eksekusinya bisa dilaksanakan,” tambahnya.
Selain persoalan yang disampaikan dalam aksi, Junaidi menilai terdapat hal yang lebih penting untuk dirumuskan bersama, yakni masa depan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Menurutnya, kebijakan pemerintah tidak cukup hanya menjawab persoalan yang terjadi saat ini. Pemerintah juga harus menyiapkan strategi pendidikan dan ekonomi yang mampu membuka peluang kerja bagi generasi muda setelah mereka lulus.
“Yang kita rumuskan sekarang bukan hanya masalah saat ini. Mahasiswa yang masih kuliah, kira-kira setelah lulus nanti jadi apa? Ini perlu dirumuskan bersama-sama pemerintah,” tuturnya.
Junaidi mengingatkan jangan sampai mahasiswa yang saat ini aktif menyuarakan kepentingan masyarakat justru menghadapi persoalan baru berupa pengangguran setelah menyelesaikan pendidikan.
“Jangan sampai hari ini kita demo memperjuangkan rakyat, tapi besok setelah lulus kuliah justru jadi pengangguran,” ungkapnya.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa, OKP, dan pemerintah daerah duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang lebih konkret dan berorientasi jangka panjang. Pembahasannya dapat mencakup pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan tenaga kerja.
Junaidi menegaskan DPRD Kalteng siap mengawal hasil pembahasan tersebut agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai tuntutan dalam aksi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita berharap semua pihak bisa duduk satu meja. Apa yang menjadi aspirasi mahasiswa harus dikawal bersama agar ada solusi dan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


