SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Peningkatan ruas Jalan Kandan-Camba di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali dilanjutkan. Kali ini, pekerjaan tidak berhenti pada pembukaan akses, tetapi ditargetkan hingga tahap pengaspalan.
Ruas jalan yang dikerjakan memiliki panjang sekitar 2,2 kilometer. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap Lapis Pondasi Agregat (LPA) kelas B.
Pengawas teknis proyek Jalan Kandan, Bagus Anugrah Nusantara mengatakan, material agregat untuk LPA kelas B telah dihampar lebih dari satu kilometer.
“Jalan Kandan, Kecamatan Kota Besi sudah mulai dilaksanakan. Saat ini sudah LPA kelas B,” kata Bagus, Kamis (20/8/2026).
Pekerjaan tersebut merupakan lanjutan dari pembangunan pada tahun sebelumnya. Ruas yang dikerjakan dimulai dari ujung jalan yang sudah beraspal, kemudian dilanjutkan menuju Simpang Trans sebelum Desa Camba.
Setelah LPA kelas B rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan LPA kelas A. Tahap berikutnya adalah pengaspalan sebanyak dua lapis.
“Kalau di situ LPA kelas B, terus dilanjut di atasnya ada LPA kelas A, lanjut aspal dua lapis,” jelasnya.
Menurut Bagus, pekerjaan dapat dilanjutkan hingga pengaspalan setelah Pemkab Kotim memperoleh tambahan anggaran dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar Rp12 miliar.
Sebelumnya, pembangunan ruas tersebut direncanakan hanya sampai tahap fungsional. Dengan konsep tersebut, anggaran yang tersedia dapat digunakan untuk membuka akses jalan lebih panjang hingga mendekati Desa Camba.
Namun, setelah dilakukan asistensi, pekerjaan harus diarahkan hingga menjadi jalan tertutup atau beraspal sesuai ketentuan dari kementerian.
“Kalau secara teknis harus diaspal. Dari ketentuan kementerian wajib diaspal atau tertutup. Karena itu mandatory dari kementerian, jadi aturan juga kita harus mengikuti,” jelas Bagus.
Dengan ketentuan tersebut, Pemkab Kotim kemudian menyesuaikan rencana pekerjaan agar ruas yang dibangun dapat diselesaikan hingga tahap pengaspalan.
“Rencana awalnya memang terbuka. Kalau terbuka ini fungsional paling tidak sampai ke Camba dulu, dengan anggaran segitu mungkin dapat panjang. Ternyata setelah kita asistensikan, ternyata harus tertutup,” tuturnya.
Saat ini, pengerjaan LPA kelas B terus dikebut. Kondisi cuaca yang mendukung juga dimanfaatkan kontraktor untuk mempercepat pekerjaan di lapangan.
Editor : Juniardi


