MUARA TEWEH, katakata.co.id – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Barito Utara tahun 2026 mendapat perhatian dari DPRD setempat. Penyelenggaraan seleksi dinilai harus berjalan transparan, objektif, dan bebas dari segala bentuk intervensi.
Tahapan seleksi yang saat ini memasuki Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) digelar di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Sabtu (4/4/2026), dengan pengawasan ketat dari unsur TNI, Polri, dan Badan Kesbangpol Barito Utara. Dari 91 peserta yang mengikuti TWK, sebanyak 16 peserta dinyatakan gugur karena tidak mencapai nilai ambang batas.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H Taufik Nugraha, menegaskan bahwa proses seleksi Paskibraka harus benar-benar mengedepankan prinsip keadilan dan profesionalitas.
Menurutnya, seleksi yang transparan akan menghasilkan peserta terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat serta integritas tinggi.
“Seleksi ini harus objektif. Kita ingin yang terpilih benar-benar merupakan putra-putri terbaik daerah yang siap mengemban tugas kehormatan sebagai Paskibraka,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan TWK yang dilakukan secara ketat dengan pengawasan lintas instansi, sehingga hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan.
Tes Wawasan Kebangsaan sendiri menjadi salah satu tahap penting dalam menilai pemahaman peserta terhadap nilai-nilai dasar negara seperti Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, termasuk aspek nasionalisme dan integritas.
Dengan ketatnya proses di tahap awal ini, DPRD berharap seleksi Paskibraka Barito Utara 2026 mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya disiplin dan cerdas, tetapi juga memiliki jiwa kebangsaan yang kuat.
Penulis : Ardi
Editor : Ika


