PULANG PISAU,katakata.co.id – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau resmi membuka Handep Hapakat Fair 2026 dan Malam Seni Budaya NUSAPHORIA sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. Pembukaan berlangsung di halaman Stadion H.M. Sanusi, Minggu sore (5/7/2026), dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah.
Acara diawali dengan penampilan ritual adat Lawang Sakepeng dan Tari Balian yang menggambarkan kekayaan budaya lokal. Selanjutnya, Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i melakukan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya Handep Hapakat Fair 2026.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta, Ketua Panitia Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau Ferdinan Yaqobvella, para camat, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau.
Dalam keterangannya, Bupati Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa penyelenggaraan Handep Hapakat Fair bukan sekadar hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM serta menjaga eksistensi seni dan budaya daerah.
“Kita bersama masyarakat ingin meningkatkan perekonomian sekaligus menjaga pelestarian kebudayaan. Apabila kebersamaan kita semakin kuat, insyaallah Kabupaten Pulang Pisau akan menjadi daerah yang lebih baik, lebih kuat, dan semakin sejahtera di masa mendatang,” ujar Ahmad Rifa’i.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan program pendampingan bagi para pelaku UMKM dengan melibatkan kepala perangkat daerah sebagai “bapak asuh”. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pembinaan secara berkelanjutan agar usaha masyarakat semakin berkembang.
“Melalui pendampingan ini, setiap UMKM akan mendapatkan pembinaan yang berkesinambungan. Kami juga menerapkan sistem subsidi silang bersama para bapak asuh agar kapasitas dan daya saing pelaku UMKM di Pulang Pisau semakin meningkat,” tambahnya.
Bupati berharap Handep Hapakat Fair dan Malam Seni Budaya NUSAPHORIA tidak hanya menjadi agenda perayaan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau, tetapi juga mampu memperkuat persatuan masyarakat, menggerakkan roda perekonomian, serta menjaga kelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ardi


