PULANG PISAU,katakata.co.id– Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, mewakili Bupati Pulang Pisau membuka kegiatan Ekspose Awal Kajian Efektivitas Kebijakan Konvergensi Stunting dalam Menurunkan Prevalensi Stunting di Kabupaten Pulang Pisau.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (25/6/2026), sebagai langkah awal memperkuat strategi percepatan penurunan stunting di daerah.
Ekspose awal ini dihadiri Sekretaris Daerah Tony Harisinta, Kepala Bapperida Bakhzar Effendi, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya percepatan penanganan stunting.
Dalam sambutannya, Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting merupakan dampak dari berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi lingkungan, akses air bersih, pola pengasuhan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga. Karena itu, percepatan penurunan stunting harus menjadi investasi strategis untuk membangun generasi Pulang Pisau yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Ahmad Jayadikarta.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, prevalensi stunting di Kabupaten Pulang Pisau meningkat dari 24 persen pada 2023 menjadi 27,9 persen pada 2024. Kenaikan sebesar 3,9 persen tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan konvergensi stunting secara lebih terintegrasi.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Diperlukan sinergi antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh peserta mendapatkan masukan dan pemahaman yang lebih baik terkait strategi penanganan stunting. Harapannya angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau dapat terus menurun sesuai target yang diharapkan,” katanya.
Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Pulang Pisau yang beragam, mulai dari kawasan eks transmigrasi, bantaran sungai, wilayah pesisir, hingga lahan gambut, membutuhkan pendekatan penanganan stunting yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Kajian efektivitas kebijakan konvergensi stunting ini bertujuan mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan, mengidentifikasi faktor pendukung maupun kendala di lapangan, serta mengukur efektivitas koordinasi antarperangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Hasil kajian nantinya diharapkan menjadi rekomendasi berbasis data dan kajian ilmiah untuk memperkuat kebijakan pembangunan daerah, mendukung penyusunan perencanaan dan penganggaran program, sekaligus menjadi bahan dalam penyusunan RKPD Kabupaten Pulang Pisau.
Di akhir sambutannya, Ahmad Jayadikarta mengajak seluruh perangkat daerah memberikan dukungan penuh terhadap proses kajian dengan menyajikan data yang akurat serta berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan.
“Kepada tim pelaksana kajian, saya berharap seluruh tahapan dapat dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai kaidah ilmiah sehingga menghasilkan rekomendasi yang implementatif dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Pulang Pisau,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap melalui kajian tersebut dapat lahir kebijakan yang lebih efektif dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting, sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan sejahtera di masa mendatang.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


