Palangka Raya, katakata.co.id – Aparat dari Polsek Pahandut mengungkap perkembangan terbaru kasus penganiayaan bersenjata tajam yang terjadi di kawasan Jalan Mahir Mahar, Kamis (14/5/2026) pagi. Peristiwa tersebut sempat membuat geger warga sekitar.
Kapolsek Pahandut, Kompol Iyudi Hartanto, menyampaikan bahwa korban berinisial EY (55) masih bertahan hidup dan kini menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
“Korban masih hidup dan saat ini sedang mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Insiden bermula saat korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di sebuah warung kayu, tepat di sekitar persimpangan Jalan Mahir Mahar dan Jalan G Obos. Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan awal sebelum korban dilarikan ke IGD RS Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengidentifikasi terduga pelaku berinisial N (33), yang diketahui tinggal di lingkungan yang sama dengan korban. Pelaku diduga sudah membawa senjata tajam jenis mandau saat mendatangi korban.
“Pelaku datang dengan senjata tajam yang sudah diselipkan di pinggang. Sempat terjadi percakapan sebelum akhirnya pelaku tiba-tiba menyerang korban,” jelas Iyudi.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami sedikitnya tujuh luka di beberapa bagian tubuh, termasuk luka robek cukup parah pada tangan dan kaki.
Mendapat laporan warga, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan berhasil mengamankan pelaku tak jauh dari tempat kejadian. Polisi juga menyita sebilah mandau yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Namun demikian, proses pemeriksaan terhadap pelaku belum berjalan optimal karena adanya kendala komunikasi. Untuk itu, pelaku saat ini tengah menjalani observasi di rumah sakit jiwa guna memastikan kondisi kejiwaannya.
“Pemeriksaan masih terkendala komunikasi, sehingga kami lakukan observasi di RSJ. Hasilnya akan diketahui dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.
Polisi juga mengungkap bahwa pelaku sebelumnya diketahui sempat menjalani kontrol ke RSJ pada bulan yang sama sebelum kejadian berlangsung.
Saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi penganiayaan tersebut sambil menunggu hasil observasi medis. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


