Sampit, katakata.co.id– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Mentaya sejak 12 Mei 2026 memicu bencana banjir dan longsor di dua kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, banjir merendam sedikitnya 80 rumah warga. Sementara itu, di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, enam rumah dilaporkan terancam akibat longsor di bantaran Sungai Tualan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menjelaskan, berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC), tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Kondisi tersebut diperkuat oleh data dari BMKG dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Palangka Raya yang mencatat peningkatan curah hujan di wilayah hulu Sungai Mentaya.
“Data Pos Duga Air Sungai Hanya menunjukkan tinggi muka air sempat mencapai 6,95 meter pada Rabu pagi. Pada sore hari mulai turun menjadi 6,89 meter,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Ia menambahkan, ketinggian air di permukiman warga berkisar antara satu hingga 1,5 meter, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah akses jalan di desa tersebut juga turut tergenang.
Di lokasi berbeda, derasnya arus Sungai Tualan mengakibatkan longsor di Desa Tumbang Mujam. Longsoran terjadi hanya sekitar satu meter dari badan jalan desa dan berpotensi meluas jika debit air tidak segera surut.
“Kondisi ini mengancam infrastruktur jalan serta rumah warga yang berada di sekitar lokasi longsor,” jelasnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun pengungsi dalam jumlah besar. Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat sebagai langkah antisipasi.
BPBD Kotim bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat terus melakukan pemantauan serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan lebih lanjut. Upaya ini juga mencakup pelaporan kondisi kepada organisasi perangkat daerah terkait.
Masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, mengingat cuaca di wilayah hulu masih berpotensi hujan.
“Perkembangan terakhir menunjukkan muka air mulai menurun, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” tutupnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


