PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya bergerak cepat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban yang beredar di pasaran. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menjelaskan bahwa pemeriksaan mulai dilakukan sejak dua pekan sebelum hari raya. Tiga tim khusus yang dipimpin dokter hewan diterjunkan untuk menyisir sejumlah titik penjualan.
“Pemeriksaan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun untuk menjamin ketersediaan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Pada tahap awal, sedikitnya 21 lokasi penjualan hewan kurban menjadi sasaran pengawasan. Tim saat ini telah melakukan pengecekan di beberapa titik, termasuk di kawasan Jalan Mahir Mahar.
Sugiyanto menerangkan, pemeriksaan dilakukan dalam dua tahapan, yakni antemortem (sebelum penyembelihan) dan postmortem (setelah penyembelihan). Proses ini penting untuk memastikan kualitas daging yang nantinya dikonsumsi masyarakat.
Selain pemeriksaan langsung, DPKP juga telah memberikan sosialisasi kepada para pedagang hewan kurban sejak dua minggu lalu. Edukasi tersebut mencakup standar kesehatan hewan serta tata cara penanganan yang sesuai.
Untuk tahap awal, tim lebih memprioritaskan lokasi penjualan berskala besar dengan jumlah hewan di atas 10 hingga 20 ekor, baik sapi maupun kambing.
Berdasarkan data sementara, ketersediaan hewan kurban di Palangka Raya tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 1.500 ekor sapi dan 500 ekor kambing. Pasokan tersebut berasal dari peternak lokal maupun luar daerah, seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.
“Jika melihat kebutuhan tahun lalu sekitar 1.200 ekor sapi dan semuanya terpenuhi, maka tahun ini kami optimistis stok yang ada mampu mencukupi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
DPKP juga meningkatkan kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sugiyanto memastikan seluruh sapi yang masuk ke wilayah Palangka Raya telah melalui proses vaksinasi sebelum dipasarkan.
Di akhir keterangannya, ia mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli hewan kurban, dengan memastikan hewan tersebut telah diperiksa oleh petugas dan memiliki surat keterangan kesehatan.
“Kami sarankan masyarakat membeli hewan yang sudah memiliki label atau surat kesehatan resmi agar lebih aman dan terjamin,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


