SAMPIT, katakata.co.id – Pemerintah Kotawaringin Timur (Kotim) berencana menyusun Peraturan Bupati (Perbup), terkait pembatasan penggunaan gadget atau gawai di lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya dalam mencegah penyebaran paham ekstrem di kalangan pelajar.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotim, Irawati, saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sampit, Rabu (21/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia secara khusus memberikan edukasi tentang bahaya ekstremisme kepada pelajar.
“Tadi juga saya sempat mengedukasi para siswa tentang bahaya ekstremisme. Jangan sampai anak-anak kita terpapar lagi seperti apa yang sudah kita ketahui,” ujar Irawati,
Irawati menjelaskan, dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Kotim, Halikinnor, untuk menyiapkan regulasi berupa Perbup yang mengatur pembatasan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.
“Saya sudah berkomunikasi dengan bupati, bahwa akan mengeluarkan Perbup terkait instruksi pembatasan penggunaan gadget,” katanya.
Langkah ini diambil menyusul adanya dua anak di Kotim yang diketahui terpapar paham ekstremisme melalui game online atau permainan daring. Kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Modus yang digunakan menjadikan permainan daring sebagai pintu masuk. Dari permainan itu, korban diarahkan masuk ke grup percakapan, tempat konten kekerasan dan narasi ekstrem disebarkan secara masif dan berulang.
Irawati menambahkan, pembatasan penggunaan gawai akan difokuskan pada anak-anak usia sekolah, dengan melibatkan peran sekolah dan guru. Tidak jarang, siswa diwajibkan membawa gawai ke sekolah sebagai sarana dalam mencari bahan pembelajaran.
“Nah itu yang nantinya akan kita berikan pengaturan, terkait pembatasan penggunaan gadget. Fokusnya di lingkungan sekolah dulu” katanya.
Irawati menambahkan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memperkuat langkah pencegahan.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan tim dari Densus 88 Kalteng. Jadi kami secepatnya akan melakukan edukasi tentang bahaya paham ekstremisme, khususnya bagi kalangan pelajar,” ujarnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


