PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengimbau seluruh masyarakat untuk bersinergi dalam upaya pencegahan, menekankan pentingnya semangat gotong royong.
“Kita tidak boleh lengah. Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau relawan, tapi menjadi kewajiban kita semua,” tegasnya, Rabu (23/7/2025).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus, disertai penurunan curah hujan, sehingga meningkatkan risiko kebakaran.
Meski saat ini kasus karhutla di Palangka Raya relatif kecil, ancaman tetap harus diantisipasi sejak awal.
Zaini mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta lebih waspada terhadap tindakan sederhana yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan.
“Perhatian terhadap hal kecil bisa mencegah bencana besar,” katanya.
Selain itu, ia menekankan peran kecamatan dan kelurahan untuk aktif memberikan edukasi, serta memperkuat patroli dan sistem deteksi dini di titik-titik rawan karhutla.
“Kita sudah memiliki tim dan sistem. Saat ini yang penting adalah memperkuat kesadaran bersama. Palangka Raya pernah diselimuti kabut asap parah, jangan sampai hal itu terulang,” ujarnya.
Zaini juga mengajak kelompok tani, pelaku usaha, dan warga sekitar lahan gambut untuk mendukung metode Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang ramah lingkungan.
“Karhutla bukan hanya soal lahan terbakar, tetapi berdampak luas pada kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Mari kita lindungi kota ini bersama, demi masa depan generasi mendatang,” pungkasnya. (pri/red)


