PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Pemerintah Kota Palangka Raya mulai memperketat pelaksanaan perjalanan dinas di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan terbatasnya ketersediaan tiket penerbangan menuju maupun dari ibu kota Kalimantan Tengah tersebut.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan kondisi transportasi udara saat ini menjadi perhatian karena sejumlah maskapai mengalami keterbatasan jadwal penerbangan. Situasi tersebut dinilai dapat memengaruhi kelancaran aktivitas pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan mobilitas aparatur sipil negara.
Menurutnya, Wali Kota Palangka Raya telah mengarahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih selektif dalam mengajukan perjalanan dinas, dengan mengutamakan agenda yang benar-benar penting bagi kepentingan daerah.
“Pak Wali sudah menginstruksikan kepada seluruh OPD agar perjalanan dinas yang dilaksanakan hanya yang benar-benar bersifat mendesak dan prioritas,” ujar Achmad Zaini, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan, perjalanan dinas yang berkaitan dengan undangan strategis, koordinasi lintas instansi, maupun konsultasi yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah tetap diperkenankan. Namun, kegiatan yang dinilai belum mendesak diminta untuk ditunda sampai kondisi transportasi kembali normal.
“Kalau hanya konsultasi biasa yang tidak terlalu memberikan dampak besar, sebaiknya ditunda terlebih dahulu,” katanya.
Selain kendala saat keberangkatan, persoalan juga muncul ketika pejabat daerah hendak kembali ke Palangka Raya. Beberapa kepala OPD yang sedang bertugas di luar daerah bahkan disebut masih tertahan akibat sulitnya memperoleh tiket penerbangan pulang.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi terkait saat ini terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan pengelola bandara untuk mencari solusi atas keterbatasan penerbangan tersebut, sehingga aktivitas pemerintahan dapat tetap berjalan efektif meskipun dihadapkan pada hambatan mobilitas.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ririen Binti


