PALANGKA RAYA, katakata.co.id– Penyelesaian damai dalam kasus dugaan perundungan dan kekerasan terhadap anak berusia 9 tahun di Palangka Raya diharapkan menjadi titik awal untuk memulihkan kondisi anak sekaligus mencegah kejadian serupa terulang. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, meminta pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian serius, terutama terhadap kondisi psikologis anak yang terlibat.
Mediasi kedua belah pihak berlangsung di Mapolresta Palangka Raya, Sabtu (17/10/2026). Pertemuan tersebut dimoderatori Kasat Intelkam Polresta Palangka Raya AKP Subarjo dan turut dihadiri Bush Valentino Lambung, orang tua serta keluarga korban, juga anak yang diduga terlibat bersama keluarganya.
Bush yang ikut memfasilitasi mediasi mengaku prihatin atas peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut. Menurutnya, anak-anak masih membutuhkan bimbingan orang tua dan guru agar mampu memahami perilaku yang baik serta menghargai sesama.
“Ya, sebenarnya saya sangat sedih karena harusnya tidak ada lagi kasus bullying atau perundungan. Apalagi yang terlibat semuanya masih anak-anak kecil, belum memasuki masa remaja. Mereka masih perlu bimbingan orang tua dan guru di sekolah agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Bush kepada wartawan seusai mediasi.
Ia menegaskan, kesepakatan damai perlu diikuti langkah nyata untuk memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran tentang bahaya perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Bush mendorong Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui instansi terkait untuk meningkatkan sosialisasi pencegahan perundungan kepada para pelajar.
Menurutnya, edukasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari penyuluhan langsung hingga pemasangan spanduk dan baliho berisi pesan antiperundungan di lingkungan sekolah.
“Nah, harapannya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya maupun Provinsi Kalimantan Tengah bisa turun tangan memberikan penguatan melalui sosialisasi agar anak-anak memahami dampak perundungan. Bisa melalui pesan di baliho atau banner di sekolah-sekolah agar tidak ada lagi perundungan seperti ini,” katanya.
Selain peran pemerintah dan sekolah, Bush mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membentuk perilaku anak. Pengawasan dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga dinilai dapat membantu anak belajar menyelesaikan persoalan tanpa menggunakan kekerasan.
“Orang tua harus lebih bijak dalam mengingatkan anak-anak. Kita kedepankan toleransi. Artinya, kalau masih bisa duduk bersama, ayo kita guyub,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Bush juga menyoroti informasi mengenai kemungkinan anak-anak yang terlibat tidak lagi diperbolehkan bersekolah di sekolah yang sama. Ia berharap persoalan tersebut dapat disikapi secara bijaksana dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Menurutnya, keberlanjutan pendidikan harus menjadi pertimbangan penting, terlebih kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai melalui mediasi.
“Saya tadi juga mendengar bahwa anak-anak ini sudah terancam untuk tidak disekolahkan di situ. Kalau bisa jangan, agar anak-anak ini tidak depresi dan mereka masih punya masa depan yang baik. Karena sudah ada kata sepakat tadi, harapannya bisa dibantu supaya mereka masih bisa bersekolah di situ,” ungkapnya.
Bush menilai, penanganan kasus yang melibatkan anak tidak cukup hanya berfokus pada penyelesaian persoalan antara kedua belah pihak. Kondisi psikologis anak, terutama korban, juga perlu diperhatikan agar dampak yang mungkin timbul dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
Ia pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait memfasilitasi pendampingan oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang psikologi anak.
“Harapan saya, ada pendampingan. Setidaknya didatangi agar kondisi psikologisnya bisa diperiksa,” ujarnya.
Bush turut mengapresiasi keterlibatan jajaran Polresta Palangka Raya, Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta ketua rukun tetangga (RT) dalam membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
Ia menilai komunikasi dan dialog yang melibatkan keluarga serta unsur masyarakat dapat menjadi langkah untuk meredam persoalan, sekaligus mencegah konflik berkembang lebih luas.
Ke depan, Bush menyatakan Pemuda Pancasila juga akan berupaya mendorong sosialisasi mengenai bahaya perundungan dan pentingnya membangun hubungan yang sehat di antara anak-anak.
“Kita selaku orang tua dan organisasi juga akan mencoba mendorong sosialisasi. Ini sangat penting, karena persoalan kecil kalau sudah menjadi besar, akan lebih rumit untuk diselesaikan,” katanya.
Ia berharap kesepakatan damai yang telah dicapai tidak menjadi akhir dari perhatian terhadap kasus tersebut. Sebaliknya, momentum ini diharapkan mendorong orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat memperkuat upaya perlindungan anak.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, pengawasan keluarga, serta pendampingan psikologis sesuai kebutuhan, anak-anak diharapkan dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


