PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Perjalanan menuju menjadi aparatur negara tidak selalu mudah. Dibutuhkan latihan fisik, mental yang kuat, serta ketekunan untuk menghadapi berbagai tahapan seleksi. Hal itu dirasakan langsung oleh dua alumni bimbingan fisik The Winner, yakni Naya, Polwan di Direktorat Samapta Polda Kalimantan Tengah, dan Silva, pegawai di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah.
Naya menceritakan bahwa awalnya ia mengikuti latihan fisik karena ingin mempersiapkan diri menghadapi seleksi penerimaan Polwan. Ia bergabung dengan program latihan yang dibimbing oleh para pelatih seperti Bang Fuad dan Bang Afani untuk meningkatkan kemampuan fisik sekaligus mental.
“Awalnya saya ikut bimbingan fisik karena ingin mempersiapkan diri mengikuti tes. Saya pertama kali latihan di The Winner dan bertemu dengan para pelatih yang membantu kami menjalani berbagai program latihan,” ujar Naya.
Menurutnya, program latihan yang dijalani cukup disiplin dengan berbagai menu latihan fisik seperti lari, push-up, sit-up, spinning hingga renang. Seluruh peserta menjalani latihan dengan jadwal rutin guna meningkatkan stamina dan ketahanan tubuh dalam menghadapi seleksi.
“Latihannya cukup lengkap. Kami latihan lari, push-up, sit-up, spinning sampai renang, dan semuanya dilakukan rutin sesuai jadwal,” jelasnya.
Meski sempat mengalami kegagalan di awal percobaan mengikuti seleksi, Naya tidak menyerah. Ia terus berlatih hingga akhirnya berhasil lolos dan kini bertugas sebagai anggota Polisi Wanita di Direktorat Samapta Polda Kalimantan Tengah.
“Saya pernah gagal di awal, tapi tetap latihan terus sampai akhirnya bisa terpilih. Saya bangga bisa menjadi alumni The Winner karena pembimbingannya sangat membantu untuk melatih fisik secara maksimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Silva, yang kini bertugas di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, juga mengaku merasakan manfaat besar dari program latihan tersebut. Ia mulai mengikuti latihan sejak 2020 setelah gagal pada percobaan pertama mengikuti seleksi.
“Saya awalnya mendaftar Polwan, tapi tahun pertama gagal. Akhirnya saya mencoba lagi di tahun kedua dan selama itu saya latihan di The Winner. Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada Bang Fuad dan Bang Afani yang sudah membimbing saya,” ujar Silva.
Menurut Silva, selain kekuatan fisik, mental yang kuat juga menjadi kunci utama untuk berhasil dalam proses seleksi aparatur negara. Ia pun berpesan kepada generasi muda yang sedang berjuang mengejar cita-cita agar tidak mudah menyerah.
“Yang paling penting itu mental dulu. Kalau mental kuat, fisik juga bisa mengikuti. Untuk adik-adik yang sedang berjuang, tetap semangat dan jangan pernah menyerah. Pasti ada hasil dari usaha yang kita lakukan,” pesannya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


