PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menegaskan komitmennya dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sinergi bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (30/7/2026) malam.
Rakor dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran dan dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, para kepala daerah se-Kalimantan Tengah, Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota, serta jajaran perangkat daerah.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga November 2026.
Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i mengatakan, Gubernur Kalimantan Tengah memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah agar tidak menunda langkah-langkah penanganan karhutla, termasuk penetapan status siaga darurat dan penyediaan anggaran operasional.
“Gubernur menegaskan kepada seluruh bupati, wali kota, dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar segera mengambil langkah nyata menghadapi musim kemarau yang masih diprediksi berlangsung hingga November 2026,” ujar Ahmad Rifa’i.
Ia menjelaskan, koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga harus diperkuat agar penetapan status siaga dan penggunaan anggaran penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Rifa’i juga memaparkan perkembangan penanganan kebakaran di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 104 hektare.
Menurutnya, upaya pemadaman mendapat dukungan besar dari berbagai unsur yang mengerahkan ratusan personel dalam operasi gabungan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh personel dalam operasi darat gabungan yang sangat membantu proses pemadaman dan penanganan karhutla di Desa Tumbang Nusa,” katanya.
Meski demikian, proses pemadaman masih menghadapi tantangan, terutama kondisi lahan gambut yang memiliki kedalaman hingga sekitar 30 meter serta semakin terbatasnya sumber air di lokasi kebakaran.
Sebelum mengikuti rapat koordinasi, Bupati Pulang Pisau bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meninjau Posko Penanggulangan Karhutla di Desa Tumbang Nusa. Peninjauan itu turut dihadiri Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto, Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji, dan Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf. Deki Febrianto.
Di lokasi yang sama, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan juga melakukan peninjauan posko sekaligus mengikuti rapat virtual bersama Wakapolri terkait arahan Presiden Republik Indonesia mengenai kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan penanggulangan bencana.
Melalui rakor dan peninjauan lapangan tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat koordinasi, kesiapan personel, peralatan, serta strategi penanganan agar kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dapat dikendalikan secara cepat, terpadu, dan efektif.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


