SAMPIT, katakata.co.id – Sekitar 50 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) Sekolah Rakyat angkatan pertama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menjalani kegiatan belajar di gedung Sekolah Rakyat Rintisan kawasan Islamic Center Sampit.
Mereka belum dipindahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 Kotim di kawasan Wengga Metropolitan. Kendala utamanya bukan lagi ruang belajar, melainkan fasilitas asrama yang masih dalam tahap penyelesaian.
Wakil Bupati Kotim, Irawati mengatakan, seluruh ruang kelas di SRT 01 Kotim pada dasarnya sudah dapat digunakan. Namun, pemindahan siswa belum dapat dilakukan sebelum fasilitas tempat tinggal mereka benar-benar siap.
“Kalau tidak ada halangan di akhir September atau di awal Oktober, mudah-mudahan secepatnya. Karena kan masih proses untuk pembuatan ruangan asramanya,” ujar Irawati saat mengunjungi siswa di Sekolah Rakyat Rintisan, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, sistem pendidikan di Sekolah Rakyat mengharuskan peserta didik tinggal di asrama. Pengaturan tempat tinggal juga dilakukan berdasarkan jenjang pendidikan dan jenis kelamin.
Siswa SD, SMP dan SMA tidak ditempatkan dalam satu kelompok asrama. Begitu pula asrama untuk siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan.
“Asramanya yang belum siap, karena tidak mungkin satu tempat tidur itu diisi dua anak. Jadi kan mereka itu juga beda-beda tingkatannya, ada anak SD, SMP, SMA, itu mereka tidak digabung, laki-laki dan perempuan juga dipisah,” katanya.
Sebelumnya, gedung Sekolah Rakyat Rintisan di kawasan Islamic Center Sampit digunakan untuk dua jenjang pendidikan, yakni SD dan SMA. Namun, siswa SMA telah lebih dahulu dipindahkan ke SRT 01 Kotim setelah sekolah tersebut mulai beroperasi dan menerima peserta didik baru.
Sementara itu, pembangunan SRT 01 Kotim kini telah memasuki tahap akhir. Irawati memperkirakan progres keseluruhan pembangunan telah mencapai sekitar 99 persen.
Pemkab Kotim memastikan, pemindahan sekitar 50 siswa SD tersebut tetap ditargetkan berlangsung pada 2026. Waktu pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan penyelesaian fasilitas asrama.
“Mudah-mudahan tahun ini. Karena kan dari Kemensos sendiri, pembangunan seharusnya itu selesai di bulan Juli kemarin. Tapi karena ada beberapa kendala di lapangan sehingga sampai sekarang belum selesai,” tandasnya.
Dengan penyelesaian asrama, para siswa SD diharapkan dapat segera menempati SRT 01 Kotim secara penuh dan mengikuti sistem pendidikan berasrama bersama peserta didik dari jenjang lainnya sesuai pengaturan yang telah ditetapkan.
Editor : Juniardi


