PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Keberadaan perpustakaan di desa dan kelurahan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih jauh dari harapan. Hal ini mendorong berbagai pihak terkait untuk lebih memperhatikan kondisi ini, demi meningkatkan literasi masyarakat di daerah tersebut.
Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, melalui Pelaksana Harian (Plh) Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalteng, Maskur, SH, MH, menyampaikan bahwa berdasarkan Kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2021 dan 2022, tercatat hanya ada 792 perpustakaan desa/kelurahan dari total 1.576 desa/kelurahan yang ada di Kalteng.
“Pada kesempatan ini, saya ingin menekankan pentingnya memanfaatkan kegiatan strategis ini dengan maksimal oleh seluruh elemen pemerintahan, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan dan desa/kelurahan,” ujar Maskur dalam rapat teknis bidang perpustakaan desa dan kelurahan tingkat Provinsi Kalteng yang digelar di Aula Hotel M Bahalap, Palangka Raya, Rabu (4/9/2024).
Maskur menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang diskusi konstruktif untuk melahirkan berbagai gagasan solutif guna menjawab isu-isu strategis pembangunan melalui perpustakaan desa, kelurahan, dan kecamatan yang inovatif dan transformatif.
“Kita semua berharap, pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan perpustakaan dalam mendukung visi Kalimantan Tengah yang semakin berkah,” tutupnya. (ad/red)


