SAMPIT, katakata.co.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit terus memperkuat pembimbingan bagi klien pemasyarakatan melalui pendekatan pengembangan kepribadian. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan bimbingan bertema “Mengenal Diri dan Memahami Pola Perilaku sebagai Upaya Membangun Kesadaran Diri Klien”, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang digelar di Kantor Bapas Kelas II Sampit tersebut menghadirkan Vina Witri Astuti, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber. Vina merupakan salah satu mitra dalam Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter).
Bimbingan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB dan diikuti Kepala Bapas Sampit Dannu Priyanto, pejabat struktural, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda, pegawai, serta sejumlah klien pemasyarakatan.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala Bapas Sampit, Dannu Priyanto.
Dalam sesi utama, para klien tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak melakukan sejumlah latihan yang mendorong mereka memahami kondisi diri secara lebih mendalam.
Salah satunya melalui latihan Self Mapping. Peserta diminta mengidentifikasi karakteristik diri, kekuatan, kelemahan, hingga pengalaman penting yang pernah dilalui. Latihan ini menjadi bagian dari proses refleksi agar klien mampu melihat dirinya secara lebih objektif.
Pemahaman kemudian diarahkan pada hubungan antara situasi, pikiran, emosi, perilaku dan konsekuensi. Dengan memahami keterkaitan tersebut, klien diharapkan dapat mengenali pola perilaku yang selama ini muncul sekaligus mempertimbangkan dampak dari keputusan yang diambil.
Peserta juga mengikuti latihan “Apa yang Biasanya Memicu Saya?”. Melalui kegiatan tersebut, klien diajak mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memicu respons tertentu serta mengevaluasi cara mereka menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan masalah.
Pada tahap refleksi, masing-masing peserta menentukan satu perilaku yang ingin diperbaiki. Perubahan tersebut diarahkan agar realistis dan dapat diterapkan secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Bapas Sampit, Dannu Priyanto, mengatakan pembimbingan kepribadian memiliki peran penting dalam membantu klien menjalani proses perubahan.
«“Bimbingan kepribadian ini menjadi bagian penting dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan. Kami ingin klien tidak hanya menjalani program, tetapi juga mampu mengenali dirinya, memahami perilakunya dan memiliki kesadaran untuk melakukan perubahan,” ujar Dannu.»
Menurutnya, keterlibatan tenaga profesional seperti psikolog juga menjadi bagian dari upaya Bapas memberikan pembimbingan yang lebih komprehensif kepada klien.
«“Kolaborasi dengan tenaga profesional sangat diperlukan agar proses pembimbingan dapat dilakukan secara lebih tepat. Harapannya, klien mendapatkan pemahaman yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.»
Dannu menambahkan, perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Komitmen sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat menjadi awal untuk membentuk kebiasaan dan perilaku yang lebih positif.
Kegiatan ditutup dengan sesi komitmen dan sharing singkat. Para klien diberikan ruang untuk menyampaikan refleksi sekaligus menentukan langkah perubahan yang ingin mereka lakukan.
Melalui kegiatan tersebut, Bapas Sampit berharap klien semakin mampu memahami karakter dan pola perilakunya, mengenali hal-hal yang menjadi pemicu, serta membangun kesadaran untuk mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


