PULANG PISAU, katakata.co.id – Tim Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Palangka Raya (UPR) sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026 ini bertempat di Gedung Sanggar Seni Desa Tuwung.
Tim PKM yang beranggotakan Norhayani, S.Pi., M.Si., Dr. Aryani, S.Pi., M.P., dan Evnaweri, S.Pi., M.Si. sengaja memilih lokasi ini karena Desa Tuwung merupakan desa binaan resmi dari FPKP UPR. Langkah strategis ini sejalan dengan kebijakan Fakultas dalam mengoptimalkan kontribusi akademis bagi masyarakat lokal.
Dekan FPKP UPR, Dr. Ir.Wilson menegaskan pentingnya komitmen Universitas terhadap desa binaan ini. Seluruh program pengabdian yang didanai internal Fakultas memang diprioritaskan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat di wilayah tersebut.

“Seluruh kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dibiayai dari dana FPKP UPR sengaja kami arahkan dan fokuskan di Desa Tuwung. Sebagai desa binaan kami, kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan inovasi dan pendampingan berkelanjutan agar potensi lokal di desa ini dapat berkembang secara optimal demi kesejahteraan warga,” ujar Dr. Ir. Wilson.
Kehadiran tim dosen UPR ini disambut hangat oleh pihak pemerintah desa. Saat membuka acara, Kepala Desa Tuwung, David Faisal A., menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap program pelatihan ini.
“Semoga kegiatan ini terus berkelanjutan dan dapat menambah keterampilan, wawasan, serta pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu di Desa Tuwung,” harap David Faisal.
Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh 20 peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu Desa Tuwung. Di sana, mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi ikan bagi tumbuh kembang anak, tetapi juga langsung mempraktikkan pelatihan pengolahan produk inovatif berupa keripik berbasis ikan.
Secara teknis, inovasi ini menggunakan ikan toman—jenis ikan yang melimpah dan mudah ditangkap di perairan Desa Tuwung. Adonan keripik ikan tersebut kemudian diperkaya dengan campuran daun kelakai (Stenochlaena palustris) sebagai sumber serat dan antioksidan alami. Daun kelakai sendiri merupakan sayuran lokal khas Kalimantan Tengah yang tumbuh liar subur di lahan gambut, menjadikannya bahan baku yang bernilai gizi tinggi sekaligus ekonomis bagi warga setempat.
Penulis : Wiyandri/list
Editor : Ardi


