SAMPIT, katakata.co.id – Kondisi langit di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai terlihat lebih cerah setelah beberapa hari diselimuti kabut asap. Namun, perbaikan tersebut belum berarti kualitas udara telah kembali aman bagi masyarakat.
Pantauan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Ahmad Yani Sampit, menunjukkan saputan asap jauh lebih tipis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jarak pandang juga mulai meningkat.
Berdasarkan data aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara Kotim masih berada pada kategori sangat tidak sehat. Konsentrasi Particulate Matter (PM) 2,5 tercatat 280 mikrometer, sedangkan PM10 berada di angka 192 mikrometer dan masuk kategori tidak sehat.
Meski angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang sempat berada pada kategori berbahaya, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan risiko paparan polusi udara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Marjuki, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat.
“Sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan, serta menutup pintu dan jendela,” katanya.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Kelompok tersebut disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik sepenuhnya.
“Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang sesuai dan batasi durasi paparan,” imbau Marjuki.
Di sisi lain, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit menunjukkan adanya perkembangan positif pada jarak pandang. Saat ini jarak pandang di Kota Sampit mencapai sekitar 8 kilometer, meningkat dibandingkan sebelumnya yang rata-rata berada di bawah 5 kilometer akibat tertutup asap.
BMKG juga mencatat adanya penurunan potensi kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, pada 7 dan 8 September 2026.
Pada 8 September, hampir seluruh wilayah Kalteng diperkirakan berada dalam kategori aman terhadap potensi kebakaran, meski wilayah bagian selatan masih perlu mendapat perhatian.
Perbaikan kondisi udara dan cuaca tersebut menjadi kabar baik, tetapi masyarakat tetap diminta tidak lengah. Ancaman kebakaran hutan dan lahan masih dapat muncul selama kondisi kering berlangsung, sehingga kabut asap berpotensi kembali memengaruhi kualitas udara Kotim.
Editor : Juniardi


