SAMPIT,katakata.co.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit mulai menggenjot program ketahanan pangan melalui inovasi bertajuk GEMA TAMPAN BAPAS (Gerakan Mandiri Ketahanan Pangan). Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan lahan produktif di lingkungan kantor sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi klien pemasyarakatan.
Langkah awal program tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan pada Kamis (14/5/2026) pagi di area belakang kantor. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur di Bapas, mulai dari kepala balai, pejabat struktural, pembimbing kemasyarakatan, staf, peserta magang MagangHub Batch II Kementerian Ketenagakerjaan, hingga klien pemasyarakatan.
Kepala Bapas Kelas II Sampit menyebut, program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi juga bagian dari pembinaan yang berorientasi pada kemandirian.
“Program GEMA TAMPAN BAPAS ini kami rancang sebagai wadah pembinaan yang produktif. Klien pemasyarakatan tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga keterampilan nyata di bidang pertanian yang bisa dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan berbagai tahapan persiapan lahan, mulai dari pembersihan area, pengolahan tanah, penataan lokasi tanam, hingga penanaman bibit tanaman dan pohon produktif yang telah disiapkan.
Inovasi ini sendiri digagas oleh peserta MagangHub Batch II sebagai bentuk kontribusi selama menjalani masa magang di Bapas Sampit. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan dampak positif, baik bagi lingkungan maupun bagi proses pembinaan klien.
Salah satu peserta magang mengatakan, keterlibatan dalam program ini menjadi pengalaman berharga.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata selama magang. Program ini tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga membantu klien pemasyarakatan memiliki bekal keterampilan,” katanya.
Ke depan, program GEMA TAMPAN BAPAS akan terus berlanjut melalui perawatan dan pemantauan tanaman secara berkala. Pendampingan terhadap klien pemasyarakatan juga akan diperkuat agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh peserta, Bapas Sampit optimistis inovasi ini mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


