Palangka Raya, katakata.co.id –Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) melalui penguatan koordinasi lintas sektor.
Langkah tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga energi.
Dalam arahannya, gubernur menyoroti besarnya pengaruh BBM terhadap rantai distribusi barang dan jasa, termasuk harga kebutuhan pokok yang berkontribusi terhadap laju inflasi. Ia menilai, pengelolaan distribusi menjadi kunci utama agar dampak kenaikan harga dapat ditekan.
Kebutuhan BBM di Kalimantan Tengah yang cukup tinggi, dengan dukungan depot di sejumlah wilayah seperti Pulang Pisau, Sampit, dan Pangkalan Bun, menuntut pengaturan distribusi yang lebih terukur dan merata.
Perhatian khusus diarahkan pada wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi, seperti sektor perkebunan, pertambangan, dan pertanian, agar pasokan BBM dan LPG tetap tersedia sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Gubernur juga menekankan pentingnya langkah preventif melalui penguatan pengawasan distribusi. Pemanfaatan teknologi, seperti sistem pemantauan berbasis GPS hingga pengawasan langsung ke SPBU, dinilai dapat meningkatkan efektivitas kontrol.
Selain itu, pengaturan pola distribusi, termasuk pemisahan waktu layanan BBM subsidi dan non-subsidi, menjadi strategi untuk mengurangi potensi antrean panjang.
“Distribusi harus dikawal dengan baik agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” tegasnya.
Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, menambahkan bahwa stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi perlu dijaga melalui sinergi yang kuat dengan Pertamina serta seluruh pemangku kepentingan.
Pengawasan terhadap BBM subsidi dan LPG 3 kilogram, lanjutnya, harus diperketat guna memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus mencegah praktik penimbunan dan kecurangan.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus mengintensifkan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga, inspeksi pasar, serta intervensi saat terjadi lonjakan. Upaya tersebut diperkuat dengan program perlindungan masyarakat seperti bantuan sosial dan operasi pasar.
Transparansi komunikasi publik juga menjadi perhatian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mencegah kepanikan di tengah situasi yang berkembang.
Sebagai bagian dari upaya bersama, Pertamina turut melakukan langkah antisipatif dengan memastikan ketersediaan stok, memantau distribusi secara real time, serta mengoptimalkan sistem logistik agar pasokan BBM tetap aman dan terkendali.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


