PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Menyambut perayaan Jumat Agung dan Paskah, umat Kristiani di Kota Palangka Raya memadati sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk melakukan tradisi bersih-bersih makam. Salah satunya di TPU Jalan Cilik Riwut Km 2, yang ramai dikunjungi warga sejak pagi hingga sore hari pada Jumat (3/4/2026).
Suasana penuh hangat terasa di tengah masyarakat yang datang untuk membersihkan makam kerabat dan keluarga. Aktivitas yang dilakukan antara lain membersihkan area makam, mengecat ulang nisan, dan berdoa bersama. Semua itu dilakukan sambil diiringi lagu-lagu pujian rohani, menambah khidmatnya suasana.
Tomy Prianto, salah seorang peziarah yang ditemui di lokasi, mengungkapkan bahwa selain membersihkan makam keluarga, ia dan ibunya juga mengenang masa-masa indah saat ayahnya masih hidup.
”Bersih-bersih makam karena berdebu, kan. Sembari membersihkan, kami juga mengenang keluarga yang sudah tiada,” ujar Tomy.
Bagi Tomy dan keluarganya, perayaan Paskah bukan hanya sekadar memperingati kebangkitan Yesus Kristus. Momen ini juga dimaknai sebagai kemenangan atas dosa dan kematian, serta sebagai simbol harapan dan kehidupan baru.
”Paskah bagi kami sangat berharga, karena Paskah itu bukan soal kematian, tapi tentang kebangkitan. Di momen ini, kami merayakan kemerdekaan atas kebangkitan Tuhan kami,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tomy menambahkan bahwa perayaan Paskah juga menjadi kesempatan untuk memperkokoh iman dan menciptakan harapan baru.
”Paskah melambangkan pembaharuan hidup, refleksi diri, dan pertobatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami sangat berharap iman kekristenan kami tetap kuat, karena kami percaya bahwa Tuhan kami telah mati dan bangkit untuk menebus dosa kami,” ujar Tomy.
Meskipun perayaan Paskah kali ini tetap terasa penuh makna, Tomy mengakui ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah kepergian sang ayah, yang kini telah meninggal dan bergabung dengan Tuhan di surga.
”Tahun sebelumnya, keluarga kami masih lengkap. Tapi sekarang, ayah sudah lebih dulu bersama Tuhan di surga,” ujarnya.
Bagi Tomy, setiap perayaan Paskah selalu menjadi momen untuk refleksi diri dan pembaharuan hidup untuk menuju hidup yang lebih baik lagi.
”Kami semakin dekat dengan Tuhan, memperkuat iman, bertobat dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan lebih sering membaca Alkitab,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ririen Binti


