PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Keberadaan Pasar Blauran di Jalan Halmahera, Kota Palangka Raya, tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi para pedagang, tetapi juga menjadi ladang rezeki bagi puluhan warga yang setiap hari bekerja memasang dan membongkar tenda tempat pedagang berjualan.
Setiap siang, kayu dan terpal yang digunakan untuk membuat tenda diangkut dari gudang penyimpanan menggunakan gerobak. Sementara itu, gerobak besar tempat pedagang menyimpan barang dagangan dibawa ke lokasi dengan cara didorong menggunakan sepeda motor.
Salah satu pekerja, Ahmad Fitri, warga Palangka Raya yang telah 15 tahun bekerja sebagai pemasang tenda, mengatakan bahwa dirinya mulai bekerja sekitar pukul 13.00 WIB. Ia mengangkut kayu serta terpal dari gudang penyimpanan untuk kemudian dirangkai menjadi tenda dengan atap dan dinding dari terpal plastik.
“Dalam satu hari, saya bisa memasang dan membongkar sekitar sepuluh tenda. Upahnya Rp20 ribu per tenda,” ujar Ahmad Fitri.
Hal serupa dilakukan oleh Ahmad Zaini, yang bekerja bersama tiga orang temannya. Dalam sehari, mereka bisa memasang dan membongkar sekitar 20 lapak pedagang di kawasan tersebut.
Pekerjaan mereka tidak berhenti di siang hari saja. Karena pedagang Pasar Blauran umumnya menutup lapaknya sekitar pukul 22.00 WIB, proses pembongkaran tenda baru bisa dilakukan menjelang dini hari dan biasanya selesai sekitar pukul 02.00 WIB.
“Kalau hujan, pekerjaan terasa lebih berat karena terpal dan kayu jadi licin dan basah,” ujar salah satu pekerja.
Meskipun melelahkan, pekerjaan ini menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak warga sekitar.
Keberadaan Pasar Blauran bukan hanya menggerakkan roda perekonomian pedagang, tetapi juga memberi peluang kerja bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas pasar tersebut.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ririen Binti


