SAMPIT, katakata.co.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Hujan yang menjadi harapan untuk meredam kondisi kering, belum akan turun secara merata di seluruh wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit memprakirakan, Kotim masih berada pada puncak musim kemarau sepanjang September 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo mengatakan, kondisi cuaca kering diperkirakan bertahan hingga akhir September, sehingga potensi karhutla masih tergolong tinggi.
“Untuk kondisi cuaca kita di bulan September ini adalah puncak musim kemarau untuk wilayah Kotim. Perkiraan ke depan itu sampai akhir bulan ini kondisinya masih kering,” kata Mulyono, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, Kotim baru memasuki fase peralihan musim atau pancaroba pada dasarian I Oktober. Setelah itu, hujan mulai masuk secara bertahap dari wilayah utara.
“Peralihan itu kita perkirakan di awal atau dasarian I Oktober,” terangnya.
Musim hujan diprakirakan baru dimulai pada dasarian II Oktober untuk Kotim bagian utara. Wilayah tengah menyusul pada dasarian III Oktober, sementara kawasan Sampit seperti Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang diperkirakan memasuki awal musim hujan pada dasarian I November.
Adapun wilayah selatan Kotim, menjadi daerah yang diprakirakan paling akhir memasuki musim hujan, yakni pada dasarian II November.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kotim memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan kekeringan hingga 30 September 2026.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, Mulyono mengingatkan seluruh pihak agar tetap menjaga kesiapsiagaan. Potensi karhutla belum dapat dianggap berakhir sampai curah hujan mulai meningkat dan musim hujan benar-benar berlangsung di seluruh wilayah Kotim.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ardi


