PALANGKA RAYA, katakata.co.id– Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan kelompok yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng), agar tetap mengedepankan adat, adab, serta etika dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Pesan tersebut disampaikan Bush Valentino sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif, terutama dalam menyikapi berbagai aspirasi dan kritik yang ditujukan kepada pemerintah daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.
Menurutnya, demonstrasi merupakan bagian dari penyampaian aspirasi masyarakat. Namun, pelaksanaannya perlu dilakukan dengan cara yang santun, tertib, dan mengutamakan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang hidup di Kalimantan Tengah.
“Adat serta adab di atas segalanya. Demo lah dengan eksklusif, sampaikan ekspresi dengan kondusif,” ujar Bush Valentino dalam pesannya.
Ia menegaskan, penyampaian pendapat hendaknya menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan masukan secara konstruktif, bukan justru menimbulkan ketegangan atau memperkeruh hubungan antara masyarakat dan pemerintah.
Bush Valentino juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola penyampaian aspirasi ke arah yang lebih dialogis dan mengedepankan semangat kebersamaan. Menurutnya, kemajuan Kalimantan Tengah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Langkah kita untuk kemajuan Kalimantan Tengah adalah membersamai Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Bukan zaman lagi kita gruduk jag jig jug,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi ajakan agar perbedaan pandangan antara masyarakat dan pemerintah dapat disikapi melalui komunikasi yang terbuka, penyampaian aspirasi yang terukur, serta dialog yang mengedepankan kepentingan bersama.
Di sisi lain, penghormatan terhadap adat dan budaya Dayak dinilai penting untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat di Bumi Tambun Bungai. Nilai-nilai kearifan lokal, termasuk semangat Huma Betang, mengajarkan pentingnya hidup berdampingan, menghargai perbedaan, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Meski demikian, menjaga kondusivitas bukan berarti menutup ruang kritik terhadap pemerintah. Aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi, selama disampaikan dengan tertib dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Bush Valentino berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan daerah, tanpa menghilangkan hak warga untuk menyampaikan pendapat maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Bush Valentino Lambung juga menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus tetap disertai tanggung jawab, etika, serta penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat setempat.
“Kebebasan berpendapat bukan berarti bebas menghina. Silakan kritik pimpinan dan kebijakannya, tetapi jangan merendahkan kehormatan, adat, budaya, dan martabat orang Dayak. Berbeda pendapat boleh, kehilangan adab jangan,” tegas Bush Valentino.
Ia menilai, kritik terhadap Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran maupun kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati. Meski demikian, penyampaian kritik hendaknya tetap berfokus pada substansi persoalan dan kebijakan yang dipersoalkan, bukan diarahkan pada penghinaan pribadi atau pelecehan terhadap identitas budaya masyarakat Dayak.
Menurutnya, masyarakat Kalimantan Tengah memiliki kearifan lokal yang menjunjung tinggi penghormatan, kebersamaan, dan toleransi. Karena itu, nilai-nilai adat dan budaya perlu tetap menjadi pegangan dalam menyampaikan aspirasi, termasuk ketika terjadi perbedaan pandangan dengan pemimpin daerah.
Ia berharap demonstrasi dapat menjadi sarana menyampaikan tuntutan dan menawarkan solusi bagi kemajuan daerah, tanpa mengabaikan etika serta penghormatan terhadap sesama.
“Jangan sampai karena perbedaan pandangan, kita melupakan jati diri dan nilai-nilai yang diwariskan leluhur. Kita boleh berbeda pendapat, boleh mengkritik kebijakan, tetapi adat dan adab harus tetap dijaga,” pungkasnya.
Ia menutup pesannya dengan seruan yang mencerminkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal Kalimantan Tengah.
“Salam Huma Betang, kasih dan sayang,” tutup Bush Valentino Lambung.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


