SAMPIT, katakata.co.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit memperkuat evaluasi pelaksanaan asesmen warga binaan menyusul pengarahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, Hensah, A.Md.IP., S.H., M.H., kepada seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026).
Pengarahan yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut diikuti Kepala Bapas Kelas II Sampit, Dannu Priyanto, bersama jajaran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) di Aula Bapas Sampit.
Dalam arahannya, Hensah menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap hasil asesmen warga binaan, terutama untuk mengetahui penyebab adanya perbedaan antara target yang telah ditetapkan dengan jumlah warga binaan yang memenuhi kriteria kelayakan.
Ia meminta seluruh jajaran tidak hanya melihat angka capaian, tetapi juga menelusuri berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi hasil asesmen di lapangan.
“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kesenjangan antara target dan hasil asesmen. Setiap kendala perlu diidentifikasi agar dapat ditindaklanjuti secara tepat,” demikian inti arahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sebagai langkah tindak lanjut, tim operator diminta melakukan pemeriksaan ulang terhadap data asesmen secara cermat. Pemeriksaan ini diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara target awal, hasil pelaksanaan, serta jumlah warga binaan yang dinyatakan memenuhi kriteria.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat mengungkap sumber perbedaan data sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap proses asesmen yang telah dilaksanakan.
Bagi Bapas Kelas II Sampit, arahan itu menjadi perhatian penting dalam meningkatkan koordinasi antara pimpinan, Pembimbing Kemasyarakatan, dan petugas pengelola data. Ketelitian dalam pencatatan dan pelaporan dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga akurasi informasi serta memastikan hasil asesmen dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Bapas Kelas II Sampit, Dannu Priyanto, bersama jajaran PK mengikuti pengarahan tersebut sebagai bagian dari upaya menyelaraskan pelaksanaan tugas dengan arahan pimpinan wilayah.
“Pemeriksaan dan evaluasi data menjadi langkah penting untuk memastikan hasil asesmen sesuai dengan kondisi di lapangan. Setiap perbedaan antara target dan capaian perlu ditelusuri agar penyebabnya diketahui secara jelas,” demikian penekanan yang menjadi perhatian dalam tindak lanjut kegiatan tersebut.
Selain melakukan pemeriksaan ulang, jajaran Bapas Sampit diharapkan meningkatkan pemantauan terhadap pelaksanaan asesmen, mengidentifikasi hambatan sejak dini, serta memastikan setiap hasil kegiatan terdokumentasi dengan baik.
Evaluasi ini juga dapat menjadi dasar untuk memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan asesmen berikutnya agar lebih terukur, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui tindak lanjut yang terkoordinasi, Bapas Kelas II Sampit diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data serta memperkuat akuntabilitas pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendukung pelaksanaan tugas yang profesional, efektif, dan berorientasi pada ketepatan data serta kualitas pelayanan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi

