PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Suasana pembinaan keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya semakin bermakna dengan kehadiran Habib Ahmad Al Habsyi bersama Komunitas Riau Indonesia Mengaji dalam kegiatan Safari Dakwah bertema wakaf One Family One Quran, Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, termasuk selama mengikuti masa pembinaan di dalam lapas.
Melalui tausiah yang disampaikan, Safari Dakwah ini membawa pesan tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan setiap kesempatan sebagai jalan untuk memperbaiki diri. Nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, ketenangan batin, serta semangat menjalani kehidupan yang lebih baik.
Tema One Family One Quran yang diusung dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Gerakan wakaf ini juga menjadi upaya memperluas akses terhadap Al-Qur’an sekaligus menghidupkan semangat berbagi dan kepedulian sesama.
“Melalui kegiatan Safari Dakwah ini, kita ingin mengajak Warga Binaan untuk semakin dekat dengan Allah SWT, mencintai Al-Qur’an, dan menjadikannya sebagai pedoman dalam memperbaiki diri serta menjalani kehidupan ke depan,” demikian pesan yang sejalan dengan tujuan kegiatan tersebut.
Kehadiran Habib Ahmad Al Habsyi bersama Komunitas Riau Indonesia Mengaji juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada perubahan perilaku, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan moral, dan tumbuhnya kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih positif.
Lapas Kelas IIA Palangka Raya terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang mencakup aspek kepribadian, moral, dan spiritual. Pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam membantu Warga Binaan mengenali kekurangan diri, memperkuat nilai-nilai kebaikan, serta membangun tekad untuk berubah.
Melalui kegiatan seperti ini, Warga Binaan diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan agama, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Safari Dakwah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masa menjalani pidana dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Semangat One Family One Quran diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat berkelanjutan, sehingga kecintaan terhadap Al-Qur’an menjadi bagian dari perjalanan Warga Binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, berakhlak, dan penuh harapan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


