SAMPIT, katakata.co.id – Warga yang tinggal di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta membuat area aman di sekitar rumah. Salah satunya dengan membersihkan semak belukar dan vegetasi kering setidaknya 10 meter dari bangunan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Ahmad Taufiq mengatakan, langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko api merambat langsung ke bangunan, apabila terjadi kebakaran di sekitar permukiman.
“Untuk masyarakat yang di sekitar rumahnya masih terdapat semak belukar, terutama di kawasan pinggiran dan perumahan, agar membersihkan lahan-lahan sekitarnya itu minimal jarak 10 meter dari rumah tersebut,” kata Taufiq, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, kondisi lahan yang bersih di sekitar rumah, menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperlambat penjalaran api. Hal ini penting terutama di kawasan yang berdekatan dengan lahan terbuka dan rawan terbakar.
Upaya tersebut juga tetap perlu dilakukan pada kawasan lahan gambut. Meskipun api dapat merambat melalui lapisan bawah permukaan tanah, tidak adanya semak dan vegetasi kering di permukaan setidaknya dapat mengurangi bahan yang mudah terbakar di sekitar permukiman.
“Biasanya kalau dari gambut itu perambatannya lama dan di saat kita lengah dia akan menjalar. Walaupun di lahan gambut, semak belukar tetap harus dibersihkan. Paling tidak bisa memperlambat api menjalar ke permukiman,” jelasnya.
Selain membersihkan lingkungan, Taufiq meminta masyarakat tidak menunda laporan apabila menemukan kebakaran lahan yang mulai mendekati permukiman. Informasi lebih awal akan memberikan waktu bagi petugas, untuk bergerak sebelum api mencapai bangunan.
“Apabila ada api kebakaran lahan dalam jarak 50-100 meter mendekati perumahan, segera melapor ke Disdamkarmat atau BPBD supaya kami cepat tangani,” tegasnya.
Imbauan tersebut disampaikan, setelah sejumlah bangunan warga terdampak kebakaran yang diduga berasal dari rambatan karhutla. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama ketika kebakaran terjadi tidak jauh dari kawasan permukiman.
Salah satu kejadian terjadi di Jalan Pengaringan Permai, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (15/9/2026). Dapur rumah warga terbakar setelah api dari lahan merambat ke arah permukiman.
Taufiq menilai kecepatan informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman sebelum api menjalar lebih luas.
Penulis/Editor : Juniardi


