PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah semakin serius. Berdasarkan data yang diterima DPRD Kalteng dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 767 titik api terdeteksi di wilayah Kalteng dari total 1.487 titik api di Pulau Kalimantan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius Anggota Komisi I sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering. Ia menilai tingginya jumlah titik api harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla.
“Ini tentu sangat berbahaya dan perlu upaya-upaya serius, serta mitigasi bencana yang terencana, sistematis dan terpadu,” ujar Freddy Ering, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran meluas. Pemerintah perlu membangun pola penanganan yang lebih terencana, mulai dari pemantauan titik api, kesiapan personel, hingga dukungan sarana dan prasarana di wilayah rawan.
Ia juga menilai dampak karhutla kini tidak sebatas pada lingkungan. Kabut asap yang muncul dapat memengaruhi kualitas udara, jarak pandang, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas transportasi dan mobilitas warga.
Freddy menegaskan, kondisi tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar respons terhadap karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Pemerintah daerah juga perlu memastikan seluruh perangkat yang memiliki kewenangan penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap menghadapi peningkatan kejadian karhutla.
“Dukungan pemerintah pusat tentunya sangat diperlukan, baik sarana maupun biaya. Namun Provinsi Kalteng sebagai penyumbang karhutla terbesar harus serius mengantisipasi bencana ini,” tegasnya.
Ia berharap upaya pencegahan diperkuat sebelum dampak karhutla semakin meluas dan mengganggu kehidupan masyarakat.
“Mitigasi harus dilakukan secara terencana, sistematis dan terpadu, sehingga penanganan di lapangan tidak terlambat,” pungkasnya.
Penulis Wiyandri
Editor : Ardi


