SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Guna menekan risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membagikan masker gratis kepada pengguna jalan pada Kamis pagi (6/8/2026).
Aksi penanganan dampak asap yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini melibatkan tim yang diterjunkan ke empat titik strategis di Kota Sampit, meliputi kawasan Islamic Center Jalan Jenderal Sudirman, persimpangan Jalan Tjilik Riwut–Jalan Tidar, persimpangan Jalan Ahmad Yani–Jalan HM Arsyad, serta persimpangan Jalan MT Haryono–Jalan Suprapto.
Kegiatan pembagian masker secara langsung ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Jumat 7 Agustus 2026 di lokasi yang sama.
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho mengatakan, penyaluran masker kali ini merupakan kegiatan ketiga yang telah digelar pemerintah daerah.
“Hingga saat ini Dinkes Kotim sudah tiga kali melaksanakan kegiatan pembagian masker, yaitu pada 28 Juli, 29 Juli, kemudian hari ini 6 Agustus. Kegiatan ini juga masih akan dilanjutkan besok, 7 Agustus 2026,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk meminimalkan paparan polusi asap, tetapi juga mengedukasi publik pentingnya APD pernapasan saat kualitas udara memburuk.
Nugroho mengungkapkan, dalam setiap aksi pembagian gratis, pihaknya mengalokasikan sekitar 100 kotak masker anak serta 40 kotak masker dewasa.
“Jadi sampai hari ini total masker yang sudah dibagikan kepada masyarakat berjumlah 300 kotak masker dewasa dan 120 kotak masker anak,” katanya.
Di sisi lain, Nugroho menyampaikan, ketersediaan persediaan masker di gudang penyimpanan Dinkes Kotim kini mulai menipis. Stok masker dewasa tercatat menyisa 15 dus (sekitar 750 kotak), sedangkan stok masker khusus anak-anak telah habis terdistribusi.
Menyikapi keterbatasan persediaan masker tersebut, Dinkes Kotim akan mengubah skema penyaluran masker dengan menyasarkan penerima prioritas di fasilitas kesehatan.
“Berhubung stok masker kami terbatas, kemungkinan pembagian masker selanjutnya akan dilakukan melalui puskesmas untuk pasien yang mengalami gangguan pernapasan, sambil menunggu proses selanjutnya,” jelasnya.
Dinkes Kotim turut mengingatkan masyarakat agar sebisa mungkin membatasi aktivitas luar ruangan sewaktu pekat asap menyelimuti, serta selalu memakai masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat yang mengeluhkan gejala batuk, sesak napas, hingga iritasi mata diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Editor: Juniardi


