Palangka Raya, katakata.co.id – Isu kemunculan hantavirus yang ramai diperbincangkan publik belakangan ini turut menjadi perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya. Namun, hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan belum ada temuan kasus di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Berdasarkan hasil pengawasan tersebut, belum ditemukan pasien yang terindikasi terinfeksi virus tersebut.
“Sampai saat ini belum ada laporan maupun konfirmasi kasus hantavirus dari rumah sakit di Palangka Raya,” ujarnya, Selasa (12/5).
Meski kondisi masih terkendali, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Dinkes mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat tikus, seperti gudang lama atau bangunan yang jarang digunakan.
Riduan menjelaskan, hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang berkaitan dengan hewan pengerat, khususnya tikus. Penularan dapat terjadi melalui partikel dari kotoran tikus yang mengering dan terhirup saat seseorang membersihkan lingkungan yang terkontaminasi.
Gejala infeksi hantavirus kerap menyerupai penyakit pernapasan, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan batuk. Kondisi ini membuat penyakit tersebut sulit dikenali sejak awal.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala yang muncul, terlebih jika sebelumnya beraktivitas di lingkungan berisiko.
Sebagai upaya pencegahan, Dinkes menganjurkan penggunaan masker saat membersihkan area berdebu, serta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
“Apabila mengalami gejala dan memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang berpotensi terpapar kotoran tikus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Riduan.
Dinkes Kota Palangka Raya menegaskan akan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit zoonosis, termasuk hantavirus, guna mencegah potensi penyebaran sejak dini.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika

