Palangka Raya, katakata.co.id– Perayaan Misa Syukur 25 tahun tahbisan Uskup Palangka Raya, Mgr. Aloysius Mariadi Sutrisnaatmoko berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Gereja Katedral Katolik Santa Maria, Minggu (10/5/2026).
Sejak pagi, ratusan umat Katolik telah memadati gereja yang berada di Jalan Tjilik Riwut itu. Momentum pesta perak ini menjadi momen istimewa, tidak hanya bagi umat setempat, tetapi juga bagi jajaran gereja dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah uskup, imam, pastor, suster, hingga tokoh lintas agama turut hadir memberikan penghormatan atas perjalanan panjang pelayanan Mgr. Aloysius dalam menggembalakan umat di Kalimantan Tengah.
Kehadiran perwakilan Vatikan,
Monsinyur Michael Pawlowicz, semakin menambah makna perayaan. Ia datang langsung untuk menyampaikan apresiasi atas dedikasi Mgr. Aloysius selama 25 tahun.
“Atas nama Paus Fransiskus dan atas nama saya sendiri, saya bersyukur bersama Anda dalam perayaan yang indah ini,” ujar Mgr. Michael dalam sambutannya.
Ia menilai, peran seorang uskup bukan sekadar pemimpin, tetapi juga menjadi wujud nyata kasih Kristus di tengah umat. Selama seperempat abad, Mgr. Aloysius dinilai berhasil membangun komunitas iman yang kuat serta menghadirkan harapan bagi umat.
“Selama 25 tahun, Anda telah membangun komunitas iman dan menghadirkan kasih Kristus sehingga umat menemukan jawaban dalam pengharapan,” lanjutnya.
Sementara itu, Mgr. Aloysius mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pelayanannya yang telah mencapai 25 tahun. Ia menyadari tugas sebagai uskup, khususnya di wilayah dengan karakter pedesaan, memiliki tantangan tersendiri.
“Saya akui, menjadi uskup bagi umat di daerah pedesaan bukanlah hal yang mudah. Namun dukungan doa dan kebersamaan membuat perjalanan ini menjadi sangat berharga,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Marilah kita terus berjalan bersama, mengembangkan kemanusiaan dan memperkuat kasih di antara kita,” tutupnya.
Perayaan ditutup dengan ramah tamah yang diikuti seluruh umat dan tamu undangan, menjadi simbol kebersamaan sekaligus penanda perjalanan panjang pengabdian seorang gembala umat di Keuskupan Palangka Raya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


