BANJARMASIN,katakata.co.id– Semangat Hari Kartini menjadi momentum bagi para perempuan di lingkungan PT PLN (Persero) untuk terus berkontribusi dalam sektor kelistrikan. Hal ini terlihat dari keterlibatan Srikandi PLN UIP3B Kalimantan melalui ULTG Bandarmasih dalam kegiatan pengujian peralatan di Gardu Induk (GI) Trisakti, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada pengujian Partial Discharge sebagai bagian dari upaya pemeliharaan preventif guna memastikan keandalan sistem kelistrikan. Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan Nurjannah, satu-satunya personel teknis perempuan di ULTG Bandarmasih, yang aktif terjun langsung di lapangan.
Di tengah dominasi tenaga kerja pria, kehadiran Nurjannah menjadi simbol nyata bahwa perempuan juga memiliki kapasitas dan ketangguhan dalam bidang teknis. Ia berperan memastikan kondisi peralatan tetap optimal sehingga pasokan listrik bagi masyarakat Kalimantan Selatan tetap terjaga.
Manager ULTG Bandarmasih, Syafruddin, menjelaskan bahwa pengujian Partial Discharge memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini tanpa harus melakukan pemadaman listrik.
“Melalui metode ini, kami dapat mengetahui kondisi isolasi kabel dan kubikel 20kV secara akurat. Peran seluruh tim, termasuk Srikandi PLN, sangat menentukan dalam memastikan hasil pengujian dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Teknologi yang digunakan dalam pengujian ini memungkinkan proses monitoring dilakukan secara online, sehingga anomali pada sistem dapat terdeteksi tanpa mengganggu distribusi listrik ke pelanggan. Dengan demikian, risiko gangguan dapat diminimalkan sejak awal.
Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, memberikan apresiasi terhadap kontribusi Srikandi PLN yang dinilai mampu membawa energi positif sekaligus menunjukkan kompetensi di bidang teknis.
“Kehadiran mereka bukan hanya melengkapi tim, tetapi juga memperkuat kinerja dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan,” katanya.
Sementara itu, General Manager UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa peran perempuan di lingkungan PLN terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam transformasi organisasi menuju budaya kerja yang lebih inklusif dan profesional.
“Perempuan di PLN hadir sebagai penggerak yang berkontribusi nyata, termasuk di sektor teknis. Ini adalah wujud komitmen kami dalam membangun organisasi yang berdaya saing,” tuturnya.
Melalui kolaborasi seluruh insan PLN, semangat Kartini tidak hanya menjadi simbol, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata demi menjaga keandalan listrik yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penulis: Ardi
Editor : Ika


