KUALA KAPUAS, katakata.co.id – Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan irigasi dan saluran air, tetapi juga ikut berperan dalam penataan kawasan perkotaan Kapuas, termasuk akses menuju Pelabuhan Batanjung serta pengembangan kawasan Batalion sebagai pusat perkantoran dan ruang terbuka hijau.
Permintaan tersebut disampaikan Wiyatno usai mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) IV bersama Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Kalimantan Tengah di Kantor BWS Kalimantan II, Jumat (15/8/2025). Kunjungan ini turut membahas perkembangan Program Food Estate dan sejumlah proyek strategis nasional di Kecamatan Dadahup.
“Harapan kami BWS tidak hanya fokus pada irigasi dan saluran, tetapi juga bisa mendukung penataan kota. Di kawasan Batalion, kita merencanakan tiga kantor dinas baru dan ruang terbuka hijau lima hektare. Ada saluran besar yang perlu penanganan khusus, dan kami berharap BWS dapat membantu,” ujar Wiyatno.
Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan daerah. Peran BWS dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam pemenuhan infrastruktur dasar.
“Dengan dukungan BWS, APBD kita yang terbatas dapat dialihkan untuk sektor lainnya. Di Dadahup, BWS tidak hanya menormalisasi saluran, tetapi juga membangun jalan inspeksi. Ini sangat membantu masyarakat dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Wiyatno juga mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, baik terkait penanganan jalan maupun irigasi, khususnya di wilayah Bataguh, Kapuas Timur, Tamban Catur, Kapuas Kuala, dan Basarang.
“Jika ada wilayah yang belum ditangani BWS, pemerintah daerah akan turun tangan. Prinsipnya kebutuhan masyarakat tetap harus terpenuhi,” katanya.
Pemkab Kapuas pada 2025 mengalokasikan hampir Rp50 miliar untuk rehabilitasi saluran irigasi di sejumlah kecamatan. Meski begitu, kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar sehingga dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi tetap diperlukan.
“Sinergi dari semua pihak, termasuk BWS, sangat penting agar pembangunan di Kapuas berjalan merata dan tepat sasaran,” tutupnya.
Penulis : Sri
Editor : Ika


