BUNTOK,katakata.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, menyiapkan pembangunan sumur bor berkapasitas besar untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda 25 desa. Program yang dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barsel ini akan melibatkan TNI dengan dukungan anggaran dari APBD Perubahan Tahun 2026.
Sekda Barsel, Ita Minarni l mengatakan penanganan kekeringan menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah, mengingat kebutuhan air bersih masyarakat harus tetap terpenuhi, terutama di desa-desa yang terdampak.
Hal tersebut disampaikan Ita Minarni, yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, usai mengikuti rapat Badan Anggaran di Kantor DPRD Barsel, Senin (26/10/2026).
“Berdasarkan kondisi saat ini, ada 25 desa di Barsel yang mengalami kekeringan. Untuk penanganannya, kita sudah menganggarkan melalui APBD Perubahan dan akan bekerja sama dengan TNI dalam pembangunan sumur bor di desa-desa terdampak,” ujar Ita.
Sembari menunggu pelaksanaan pembangunan, Pemkab Barsel terus melakukan langkah penanganan darurat dengan mendistribusikan air bersih kepada warga. Penyaluran tersebut melibatkan Dinas PUPR Barsel, Polres Barsel, dan Kodim dengan memanfaatkan armada mobil tangki.
Menurut Ita, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dari Buntok menuju desa-desa yang mengalami kekeringan membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya operasional yang cukup besar. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
“Selama ini air bersih harus disuplai menggunakan mobil tangki dari Buntok ke desa-desa yang membutuhkan. Jika sumur bor sudah tersedia, masyarakat bisa memperoleh air lebih dekat tanpa harus terus bergantung pada pasokan dari luar desa,” jelasnya.
Melalui pembangunan sumur bor berkapasitas besar, pemerintah daerah berharap ketersediaan air bersih di wilayah terdampak dapat lebih terjamin. Selain mengurangi ketergantungan terhadap distribusi air menggunakan mobil tangki, program ini juga diharapkan mampu menekan biaya penanganan kekeringan dalam jangka panjang.
Dinas PUPR Barsel akan mendukung pelaksanaan program tersebut dengan memprioritaskan desa-desa yang paling membutuhkan penanganan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur air bersih diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
Pemkab Barsel pun berkomitmen untuk terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar warga, khususnya akses terhadap air bersih, agar dampak kekeringan dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


