SAMPIT, katakata.co.id – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini menyusul kualitas udara yang masih berada pada kategori berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Sabtu (12/9/2026) pukul 09.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kotim tercatat 624. Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan.
Bupati Kotim, Halikinnor mengatakan, kondisi tersebut terjadi meskipun titik karhutla di kawasan perkotaan mulai mengalami penurunan. Kabut asap masih terlihat menyelimuti Sampit dan diduga berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah selatan Kotim.
“Kita tahu, kita sudah berusaha maksimal untuk melakukan pemadaman, namun alhamdulillah perkotaan sudah berkurang titik-titik api. Tapi ternyata sore kemarin saya memantau, asap cukup tebal. Rupanya kiriman dari daerah selatan,” kata Halikinnor.
Pemkab Kotim bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus melakukan koordinasi,
untuk mendukung upaya penanganan dan pemadaman karhutla, khususnya di wilayah selatan.
Namun, kondisi udara yang belum membaik membuat masyarakat tetap perlu membatasi paparan asap.
Halikinnor menyebut, kondisi tersebut juga mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat, dengan adanya laporan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari Dinas Kesehatan Kotim.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan yang mendesak. Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk mengurangi paparan udara tercemar selama kualitas udara masih berada pada level berbahaya.
“Kami mengimbau masyarakat kalau tidak ada kepentingan yang istilah mendesak, ya lebih baik berdiam di rumah. Kecuali memang harus keluar karena pekerjaan,” ujarnya.
Halikinnor juga meminta masyarakat untuk sementara mengurangi kegiatan luar ruangan yang tidak memiliki urgensi, termasuk berkumpul atau menghabiskan waktu di luar rumah.
“Kalau cuma nongkrong, duduk-duduk di pinggir jalan, atau cuma minum kopi di kafe, ya minum kopi di rumah dulu sementara ini kalau bisa. Sementara udara masih kurang sehat, jadi kita hindari itu,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk melindungi kesehatan masyarakat sambil pemerintah terus melakukan penanganan karhutla dan memantau perkembangan kualitas udara di Kotim.
Penulis/Editor : Juniardi


