SAMPIT, katakata.co.id – Penguatan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu prioritas Diana Setiawan, setelah dipercaya sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Diana mengatakan, koordinasi perlu diperkuat agar masing-masing perangkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan program pemerintahan. Menurutnya, komunikasi yang baik akan memudahkan pelaksanaan program secara bersama.
“Ke depan, saya harus meningkatkan koordinasi komunikasi antar OPD. Karena yang selama ini kan antar OPD ada yang berdiri sendiri-sendiri, maunya sendiri-sendiri. Nah itu yang harus kita tingkatkan,” katanya, Jumat (11/9/2026).
Diana resmi menggantikan Umar Kaderi sebagai Pj Sekda Kotim, setelah dilantik dan diambil sumpah atau janji jabatan oleh Bupati Kotim Halikinnor di Gedung Serbaguna Sampit.
Ia juga ingin memperkuat pola koordinasi antara OPD dengan pimpinan daerah. Persoalan yang dihadapi perangkat daerah diharapkan dapat terlebih dahulu dikoordinasikan melalui Sekda sehingga fungsi Sekda sebagai koordinator pemerintahan dapat berjalan lebih optimal.
“Jadi OPD itu sudah tidak lagi memberikan atau berkoordinasi dengan bupati tentang masalah, jadi semuanya Sekda lah yang menanggung semuanya itu. Jadi nanti keluh kesah teman-teman OPD itu ada di Sekda,” jelasnya.
Diana menilai, ketika komunikasi antarpimpinan perangkat daerah sudah berjalan baik, berbagai program pemerintah akan lebih mudah dilaksanakan secara terpadu.
“Komunikasi koordinasi antar OPD itu yang utama. Kalau koordinasi antar OPD itu sudah bagus, maka semua program akan bisa dilaksanakan bersama,” terangnya.
Di sisi lain, jabatan Pj Sekda bukan merupakan jabatan definitif Diana. Ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotim sebagai jabatan utamanya.
Kondisi tersebut membuat Diana harus membagi waktu antara tugas sebagai kepala DPMPTSP dan tanggung jawab tambahan sebagai Pj Sekda.
“Jadi jabatan utama saya tetap di DPMPTSP. Itu jadi tugas berat juga bagi saya harus membagi waktu antara DPMPTSP dengan Sekda,” ungkapnya.
Tantangan tersebut semakin besar, karena Diana mendapat sejumlah instruksi khusus dari Bupati Kotim untuk menyelesaikan pekerjaan pemerintahan yang masih berjalan. Di saat bersamaan, Pemkab Kotim telah memasuki pembahasan perubahan anggaran dan tahapan penyelesaian tahun anggaran.
“Tugas cukup berat jadi Pj Sekda, apalagi di akhir tahun anggaran dan sekarang lagi kita pembahasan di perubahan dan juga di penyelesaian di akhir tahun anggaran,” tuturnya.
Karena itu, Diana berharap seluruh OPD dapat memberikan dukungan dan membangun koordinasi yang baik. Dukungan tersebut dinilai penting agar berbagai tugas yang menjadi tanggung jawabnya sebagai Pj Sekda dapat diselesaikan tanpa mengganggu jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Editor : Juniardi


