KUALA KURUN,katakata.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas menegaskan komitmennya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Kuala Kurun, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan optimal dalam mengantisipasi bencana karhutla.
“Apel gelar pasukan dan sarana prasarana ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan Kabupaten Gunung Mas dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan, sehingga setiap instansi dan stakeholder dapat mempersiapkan seluruh sarana, prasarana, serta sumber daya yang dimiliki,” ujar Jaya.
Ia mengajak seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, hingga relawan Masyarakat Peduli Api untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci agar target Gunung Mas bebas kabut asap dapat terwujud.
“Kita harus bahu-membahu mewujudkan Kabupaten Gunung Mas bebas asap pada tahun 2026 dengan mengutamakan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Jaya juga mengungkapkan, berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Gunung Mas akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus mendatang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla apabila langkah antisipasi tidak dilakukan sejak dini.
Sementara itu, data selama tujuh bulan terakhir mencatat terdapat 242 titik panas (hotspot) di Kabupaten Gunung Mas dengan estimasi luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 121 hektare.
Karena itu, ia menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat ketika muncul titik api agar kebakaran tidak meluas.
“Prioritas utama kita adalah melakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak terjadi karhutla. Namun apabila kebakaran terjadi, penanganan harus dilakukan saat api masih kecil dan belum meluas, sehingga pemadaman dapat dilakukan dengan cepat dan efektif,” katanya.
Selain memastikan kesiapan personel dan peralatan, Bupati juga menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, pemasangan spanduk larangan membakar, hingga pendirian pos komando di kawasan berisiko tinggi juga diminta terus diperkuat.
“Melalui sinergi seluruh pihak, kami berharap kejadian karhutla di Kabupaten Gunung Mas dapat ditekan sehingga kerusakan lingkungan dan dampak kabut asap dapat dicegah, serta kelestarian hutan tetap terjaga untuk masa depan,” pungkasnya.
Penulis: Ardi
Editor : Ika


