PALANGKA RAYA, katakata.co.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya terus berinovasi dalam mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin kerja sama dengan influencer melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui platform digital, Rabu (14/10).
Kerja sama ini menjadi bagian dari implementasi proyek perubahan Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo, dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Proyek tersebut mengusung tema transformasi ekosistem pemasaran hasil karya warga binaan melalui kolaborasi digital dan kemitraan strategis menuju kemandirian ekonomi berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, program KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan) diperkenalkan sebagai upaya membangun sistem pemasaran produk yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
KODIKARYA dirancang untuk menghubungkan hasil pembinaan di dalam lapas dengan peluang pasar yang lebih luas. Pemanfaatan teknologi digital dan keterlibatan mitra strategis diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian perlu dikembangkan agar tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan suatu produk, tetapi juga mencakup pengetahuan dalam mengelola usaha dan memasarkannya.
“Pembinaan warga binaan tidak cukup hanya dengan memberikan keterampilan produksi. Mereka juga perlu dibekali pengetahuan tentang pengelolaan usaha, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital agar produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” demikian pesan Hisam dalam pengembangan program tersebut.
Menurutnya, kemitraan dengan influencer menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan produk warga binaan kepada masyarakat melalui promosi kreatif dan pemanfaatan media sosial.
Ruang lingkup kerja sama ini meliputi pelatihan kewirausahaan, proses produksi dan pengolahan, pengemasan, pemasaran digital, pengelolaan usaha, hingga pengembangan produk hasil pembinaan kemandirian.
Influencer juga diharapkan dapat mendampingi petugas dalam mengembangkan strategi promosi, membuat konten kreatif, memperkuat identitas merek, serta memanfaatkan berbagai platform digital untuk meningkatkan jangkauan pemasaran.
Selain promosi, kualitas produk dan kemasan turut menjadi perhatian. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik hasil karya warga binaan agar lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Kerja sama ini juga membuka ruang peningkatan kapasitas petugas dalam mendampingi warga binaan, khususnya dalam mengembangkan kreativitas, produktivitas, dan jiwa kewirausahaan. Dengan pendampingan yang tepat, warga binaan diharapkan mampu memahami proses pengembangan produk secara lebih menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Hisam melalui proyek perubahan dalam PKN Tingkat II berupaya membangun ekosistem pemasaran yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan usaha warga binaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui penandatanganan PKS dan penguatan program KODIKARYA, Lapas Palangka Raya menargetkan hasil karya warga binaan semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang pasar yang lebih besar.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan yang berorientasi pada masa depan, sehingga keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


