Kumpulan Puisi Pahlawan Terbaru 2020

  • Whatsapp

Kumpulan Puisi Pahlawan Terbaru  Pahlawan adalah orang orang yang sangat berjasa, berani dan penuh pengorbanan bagi bangsa, negara, dan agama.

pahlawan juga orang yang sangat gagah berani karena mereka telah rela mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan kemerdekaan.

Muat Lebih

Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini adalah keringat dan darah yang
ditumpahkan pahlawan-pahlawan berhati emas di masa lampau. Mereka
berjuang melawan penjajah dengan hanya bermodalkan bambu runcing,
mengorbankan jiwa dan raga untuk mengusir penjajah. Sebegitu besar jasa
pahlawan untuk kehidupan yang kita kecap saat ini, hingga layaklah jika
kita memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada beliau-beliau.
Salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk menghargai jasa para
pahlawan adalah dengan puisi. Biasanya Puisi Perjuangan dibacakan di
perayaan spesial, seperti hari kemerdekaan, hari pahlawan, hari
kesaktian pancasila dan hari bersejarah lainnya.

Kumpulan Puisi Pahlawan Terbaru 2019

 Puisi Untuk Pahlawanku

  Puisi Pahlawan

demi negeri

kau korbankan waktumu

demi bangsa

rela kau taruhkan nyawamu

maut menghadang didepan

kau bilang itu hiburan
nampak raut wajahmu

tak segelintir rasa takut

semangat membara dijiwamu

taklukkan mereka penghalang negeri
hari-harimu diwarnai

pembunuhan, pembantaian

dihiasi bunga-bunga api

mengalir sungai darah disekitarmu

bahkan tak jarang mata air darah itu

muncul dari tubuhmu

namun tak dapat

runtuhkan tebing semangat juangmu
bambu runcing yang setia menemanimu

kaki telanjang tak beralas

pakain dengan seribu wangi

basah dibadan kering dibadan

kini menghantarkan indonesia

kedalam istana kemerdekaan

Karenamu Pahlawanku

Kumpulan puisi pahlawan karya: Rayhandi

Karenamu pahlawanku

Sekarang aku bisa hidup tenang

Tanpa kerja rodi romusa

Tanpa jerit takut rakyat tertembak.

Karenamu pahlawanku

Sekarang bumi kami damai

Air dan tanah menjadi kekayaan pertiwi

Bukan eropa bukan juga belanda.

Karenamu pahlawanku

Aku hidup di jaman merdeka

Setiap badan memiliki hak sama.

Karenamu pahlawanku

Hingga hari ini aku bisa menulis puisi dan sepucuk doa

Doa untuk roh roh suci kalian

Yang berjuang atas darah dan tulang.

Terima kasih pahlawan

Kumpulan puisi pahlawan karya: Rayhandi

Kuucapkan terima kasih untuk kalian yang disana

Yang mati karena berani

Yang mati karena yakin

Yang mati karena benar.

Kuucapkan terima kasih

Untuk jasad yang sekarang menjadi abu

Karena kalian kami merdeka

Karena kalian merah putih tegak di pucuk langit garuda

Menjulang menjadi bukti darah dan nyawa telah tertaruh.

Kuucapkan terima kasih

Untuk keberanian kalian

Keberanian yang tumbuh di dasar hati

Menjalar merenggut darah

Tiada takut kalian berperang

Bahkan matipun mau dikau.

Kuucapkan terima kasih

Untuk setiap doa

Doa yang setiap hitam terbang ke langit

Doa yang tiada henti hentinya kalian tasbih

Untuk kami, indonesia mendatang.

Kuucapkan terima kasih

Tanah yang kami injak

Air yang kami minum

Adalah darah dan nyawa

Yang dulu melayang.

Kuucapkan terima kasih

Sekali lagi, kuucapkan terima kasih

Untuk kalian yang sekarang sudah di surga

Tersenyum melihat garuda terbang tinggi.

Jiwa jiwa yang gugur

Kumpulan puisi pahlawan karya: Rayhandi

Jiwa jiwa yang gugur

Jasad jasad berserakan di bumi indonesia

Darah menjadi biru hitam jeritan

Rasa takut menyatu dengan hati.

Jiwa jiwa yang gugur

Kini mereka suci di janah

Menjadi tamu allah

Mereka tersenyum di sana

Tersenyum untuk indonesia yang semakin dan menderita.

Jiwa jiwa yang gugur

Tidak tahukah kau jumlah roh yang terpisah dengan jasad?

Beratus bahkan beribu jiwa menjadi almarhum.

Jiwa jiwa yang gugur

Mereka gugur untuk satu nama

Mereka berkorban untuk satu nama

Mereka menangis untuk satu nama

Indonesia….indonesia!

Untukmu Pahlawan Indonesiaku

Demi negri…

Engkau korbankan waktumu

Demi bangsa…

Rela kau taruhkan nyawamu

Maut menghadang di depan

Kau bilang itu hiburan

Tampak raut wajahmu

Tak segelintir rasa takut

Semangat membara di jiwamu

Taklukkan mereka penghalang negri

Hari-hari mu di warnai

Pembunuhan dan pembantaian

Dan dihiasi Bunga-bunga api

Mengalir sungai darah di sekitarmu

Bahkan tak jarang mata air darah itu

Yang muncul dari tubuhmu

Namun tak dapat…

Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu

Kaki telanjang yang tak beralas

Pakaian dengan seribu wangian

Basah di badan keringpun di badan

Yang kini menghantarkan indonesia

Kedalam istana kemerdekaan

Pupus Raga Hilang Nyawa

Napak tilas para pahlawan bangsa

Berkibar dalam syair sang saka

Berkobar dalam puisi indonesia

Untuk meraih Cita-cita merdeka

Napak tilas anak bangsa

Bersatu dalam semangat jiwa

Bergema di jagat nusantara

Untuk meraih prestasi dan karya

Merdeka…

Kata yang penuh dengan makna

Bertahta dalam raga pejuang bangsa

Bermandikan darah dan air mata

Merdeka…

Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta

Menggelora di garis khatulistiwa

Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

Merdeka…

Harta yang tak ternilai harganya

Menjadi pemicu pemimpin bangsa

Untuk tampil di Era dunia

Pengorbanan

Mengucur deras keringat

Membasahi tubuh yang terikat

Membawa angan jauh entah kemana

Bagaikan pungguk merindukan bulan

Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam

Bulan yang menjadi tahun

Sekian lama telah menanti

Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang Ksatria

Aku pasti menyelamatkanya

Namun semua hanya mimpi

Dirinyalah yang harus berusaha

Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi

(Puisi Karya Siti Halimah)

Di Balik Seruan Pahlawan

Kabut…

Dalam kenangan pergolakan pertiwi

Mendung…

Bertandakah hujan deras

Membanjiri rasa yang haus kemerdekaan

Dia yang semua yang ada menunggu keputusan Sakral

Serbu…

Merdeka atau mati Allahu Akbar

Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa

Dalam serbuan bambu runcing menyatu

Engkau teruskan Menyebut Ayat-ayat suci

Engkau teriakkan semangat juang demi negri

Engkau relakan terkasih menahan tepaan belati

Untuk ibu pertiwi

Kini kau lihat…

Merah hitam tanah kelahiranmu

Pertumpahan darah para penjajah keji

Gemelutmu tak kunjung sia

Lindunganya selalu di hatimu

Untuk kemerdekaan Indonesia Abadi

(Puisi Karya Zshara Aurora)

Untuk Pahlawan Negriku

Untuk negriku…

Hancur lebing tulang belulang

Berlumur darah sekujur tubuh

Bermandi keringat penyejuk hati

Ku rela demi tanah airku

Sangsaka merah berani

Putih nan suci

Melambai-lambai di tiup angin

Air mata bercucuran sambil menganjungkan do’a

Untuk pahlawan negri

Berpijak berdebu pasir

Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagat raya

Hanya jasamu yang bisa ku lihat

Hanya jasamu yang bisa ku kenang

Tubuhmu hancur lebur hilang entah kemana

Demi darahmu…

Demi tulangmu…

Aku perjuangkan negriku

Ini Indonesiaku

Pahlawanku

Pahlawanku…

Bagaimana Ku bisa

Membalas Jasa-jasamu

Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang

Haruskah aku mandi berlumuran darah

Haruskah aku tersusuk pisau belati penjajah

Aku tak tahu cara untuk membalas Jasa-jasamu

Engkau relakan nyawamu

Demi suatu kemerdekaan yang mungkin

Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri

Pahlawanku engkaulah bunga bangsa

(Puisi Karya Rezha Hidayat)

Indonesiaku Kini

Negaraku cinta indonesia

Nasibmu kini menderita

Rakyatmu kini sengsara

Pemimpin yang tidak bijaksana

Apakah pantas memimpin negara

Yang aman sentosa

Indonesiaku tumpah darahku

Apakah belum bangun dan terjaga

Pemimpin yang kita bangga

Apakah rasa kepemimpinan itu,

Masih tersimpan di nurani

Dan tertinggal di lubuk hati

Rakyat membutuhkanmu

Seorang khalifatur Rasyidin

Yang setia dalam memimpin

Yang menyantuni fakir miskin

Mengasihi anak yatim

Kami mengharapkan pemimpin

Yang sholeh dan solehah

Menggantikan tugas Rasulullah

Seorang pemimpin Ummah

Yang bersifat Siddiq dan Fatanah

Andai aku menemukan

Seorang pemimpin dunia

Seorang pemimpin negara dan agama

Seorang pemimpin Indonesia ku tercinta

Allah maha mengetahui dan yang mengetahuinya

(Puisi Karya Awaliya Nur Ramadhana)

Bambu Runcing

Mengapa engkau bawa padaku

Moncong bayonet dan sangkur terhunus

Padahal aku hanya ingin merdeka

Dan membiarkan Nyiur-nyiur derita

Musnah di tepian langit

Karena kau memaksaku

Bertahan atau mati

Dengan mengirim ratusan Bom

Yang engkau ledakkan di kepalaku

Aku terpaksa membela diri

Pesawat militermu jatuh

Di tusuk bambu runcingku

Semangat perdukaanmu runtuh

Kandas di Batu-batu cadas

Kota Surabaya yang panas

Pemuda Untuk perubahan

Indonesiaku menangis

Bahkan Tercabik-cabik

Dengan hebatnya pengusaanya sang korupsi

Tak peduli rakyat menangis

Kesejahteraan jadi Angan-angan

Keadilan hanyalah Khayalan

Kemerdekaan telah terjajah

Yang tinggal hanya kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kita bersama

Jangan hanya tinggal diam kawan

Mari kita bersatu ambil peranan

Sebagai pemuda untuk perubahan

(Puisi Karya Ananda Rezky Wibowo)

Sekianlah rangkaian Puisi puisi pahlawan yang dapat admin sampaikan pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu mengingat nya,,,,

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *