Kumpulan Pantun Jenaka Terbaru 2020

  • Whatsapp

Kumpulan Pantun Jenaka –  Pantun jenaka merupakan pantun lucu yang bertujuan untuk menghibur semua orang. Sebelum membahas lebih jauh tentu ada baiknya kalau kita membahas seputar pantung ini terlebih dulu. Pantun sendiri merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Tahukah anda bahwa sebenarnya kata “Pantun” berasal dari kata “Patuntun” dalam bahasa Minangkabau dan mempunyai arti “Petuntun”. Sedangkan dalam bahasa Jawa, pantun dikenal sebagai parikan. Ada banyak sekali jenis pantun selain pantun jenaka, diantaranya yakni pantun Agama, pantun adat, pantun budi, pantun nasihat, pantun cinta, dan masih banyak lagi.

Pantun Jenaka

Muat Lebih

Pantun jenaka bisa dikatakan sama dengan pantun lainnya karena bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a. Hanya saja dalam pantun jenaka ini dilontarkan kata – kata yang lucu dan gokil. Meskipun demikian namun tidaklah mudah dalam merangkai sebuah pantun.

 Kumpulan Pantun Jenaka Terbaru 2020

Pantun Jenaka

Ikan gabus di rawa-rawa,

Ikan belut nyangkut di jaring,

Perutku sakit menahan tawa,

Gigi palsu loncat ke piring

Burung perkutut

Burung kutilang

Kamu kentut

Nggak bilang bilang

Dimana kuang hendak bertelur,

Diatas lata dirongga batu,

Dimana tuan hendak tidur,

Diatas dada dirongga susu

Elok berjalan kota tua,

Kiri kanan berbatang sepat,

Elok berbini orang tua,

Perut kenyang ajaran dapat

Buah pisang buah tomat

Disimpan didalam lumbung padi

Pantas tercium bau menyengat

Rupanya kau belum mand

Anak ayam turun ke bumi,

Induk ayam naik kelangit,

Anak ayam nyari kelangit,

Induk ayam nyungsep ke bumi Limau purut di tepi rawa,,

Buah dilanting belum masak,

Sakit perut sebab tertawa,,

Melihat kucing duduk berbedak

Memasak ikan di dalam peti

Paling enak di campur terasi

Gayanya aja kayak selebriti

Tapi dompetnya kagak berisi

Jalan-jalan ke rawa-rawa,

Jika capai duduk di pohon palm,

Geli hati menahan tawa,

Melihat katak memakai helm Sakit kaki ditikam jeruju,

Jeruju ada didalam paya,

Sakit hati memandang susu,

Susu ada dalam kebaya

Paling seger minum limau

Campur madu tambah nikmat

Ayam berani sama harimau

Itu ayam super nekat

Disana gunung, disini gunung,

Ditengah-tengah bunga melati,

Saya bingung kamu pun bingung,

Kenapa ada bunga melati ???!?

Naik kebukit membeli lada,

Lada sebiji dibelah tujuh,

Apanya sakit berbini janda,

Anak tiri boleh disuruh

Lebih baik warna kuning

daripada warna ungu

Lebih baik gigi kuning

daripada putih tapi palsu

Pohon kelapa, Pohon durian,,

Pohon Cemara, Pohon Palem,

Pohonnya tinggi-tinggi Bo!

Orang Sasak pergi ke Bali,

Membawa pelita semuanya,

Berbisik pekak dengan tuli,

Tertawa si buta melihatnya

Jalan-jalan ke rawa-rawa

Capek duduk di pohon palm

Geli hati menahan tawa

Melihat katak memakai helm

Naik kebukit membeli lada,

Lada sebiji dibelah tujuh,

Apanya sakit berbini janda,

Anak tiri boleh disuruh Orang Sasak pergi ke Bali,

Membawa pelita semuanya,

Berbisik pekak dengan tuli,

Tertawa si buta melihatnya

Ke cimanggis membeli kopiah

Kopiah indah kan kau dapati

Begitu banyak gadis yang singgah

Hanya dinda yang memikat hati

Jauh di mata,dekat dihati,

Jauh di hati,dekat dimata,

Jauh-dekat tujuh ratus perak

Ada apa diseberang itu,

Mentimun busuk dimakan kalong,

Ada apa diseberang itu,

Bujang bungkuk gadis belong

Di pinggir kolam makan bubur

Jangan lupa pakai keripik

Dari semalem aye ga bisa tidur

Selalu teringat wajah mu yang cantik

Sakit kaki ditikam jeruju,

Jeruju ada didalam paya,

Sakit hati memandang susu,

Susu ada dalam kebaya

Ada buah manggis,

Ada juga buah anggur,

Awalnya romantis,

Pas tekdung malah kabur

Bunga mawar tangkai berduri

Laris manis pedang cendol

Aku tersenyum malu sekali

Ingat dulu suka mengompol

Jangan takut,

Jangan kawatir,

Itu kentut,

Bukan petir Jalan-jalan ke Kota Arab,

Jangan lupa membeli kitab,

Cewek sekarang tidak bisa diharap,

Bodi bohai betis berkurap

Rumahmu dari kayu

Atapnya dari jerami

Rupamu sungguh ayu

Tapi sayang jarang mandi

Elok berjalan kota tua,

Kiri kanan berbatang sepat,

Elok berbini orang tua,

Perut kenyang ajaran dapat

Layangan putus nyangkut di paku

Pakunya nempel di jemuran baju

Cinta mu tulus hanya untuk ku

Tapi sayang mama ku ngga setuju

Buah Nanas, Buah bengkoang,

Buah jambu, Buah kedondong,

Ngerujak dooooooooonggggggg

Senangis letak di timbangan,

Pemulut kumbang pagi-pagi,

Menangis katak di kubangan,

Melihat belut terbang tinggi

Naek pesawat ke pulau sumbawa

Ada petir gak jadi terbang

Kalau anda ingin tertawa

Tarik bibir ke arah belakang

Anak Hindu beli petola,

Beli pangkur dua-dua,

Mendengar kucing berbiola,

Duduk termenung tikus tua Jalan-Jalan ke Kota Sumedang..,

Ada Kambing Makan Rumput..,

Anak-anak pada Senang ..,

Melihat banci Bergoyang Dangdut..

Dulu delman

Sekarang dokar

Dulu teman

Sekarang pacar

Bunga mawar tangkai berduri,

Laris manis pedang cendol,

Aku tersenyum malu sekali,

Ingat dulu suka mengompol

Anak cina menggali cacing,

Mari diisi dalam tempurung,

Penjual sendiri tak kenal dacing,

Alamat dagangan habis diborong

Orang sasak pergi ke Bali

Membawa pelita semuanya

Berbisik pekak dengan tuli

Tertawa si buta melihatnya

Biduk buluh bermuat tulang,

Anak Siam pulang berbaris,

Duduk mengeluh panglima helang,

Melihat ayam bercengkang keris

Buah jering dari Jawa,

Naik sigai ke atas atap,

Ikan kering lagi ketawa,

Dengar tupai baca kitab

Mengambil air di dalam perigi

Tali timbanya panjang sehasta

Jikalau kucing tak bergigi

Alamat tikus berpesta pora

Pohon manggis di tepi rawa,

Tempat datuk tidur beradu,

Sedang menangis nenek tertawa,

Melihat datuk bermain gundu

Anak dara Datuk Tinggi,

Buat gulai ikan tilan,

Datuk tua tak ada gigi,

Bila makan kunyah telan

Ada cacing makan ikan

Udeh kenyang renang ke tangki

Mau tau yang melelahkan

pergi ke Bandung berjalan kaki

Jikalau lengang dalam negeri,

Marilah kita pergi ke kota,

Hairan tercengang kucing berdiri,

Melihat tikus naik kereta

Punggur berdaun di atas kota,

Jarak sejengkal dua jari,

Musang rabun,

helang pun buta,

Baru ayam suka hati

Bunga skuntum boleh di ikat

Bunga dahlia hanya sebatang

Sekali senyum aku terpikat

Senyum kedua dompetku hilang

Ketika perang di negeri Jerman,

Ramai askarnya mati mengamuk,

Rangup gunung dikunyah kuman,

Lautan kering dihirup nyamuk

Jual betik dengan kandil,

Kandil buatan orang Inggeris,

Melihat buaya menyandang bedil,

dan kerbau tegak berbaris

Buat apa panen kelapa

Kalau belum tumbuh tunas

Buat apa membeli vespa

Cicilan kompor saja belum lunas

Berderak-derak sangkutan dacing,

Bagaikan putus diimpit lumpang,

Bergerak-gerak kumis kucing,

Melihat tikus bawa senapang

Pokok pinang patanya condong,

Dipukul ribut berhari-hari,

Kucing berenang tikus berdayung,

Ikan di laut berdiam diri

Ke jakarta naiklah pesawat

Pesawat terbang, landingnya susah

Kalau cinta sudah melekat

Siang terbayang, malam mimpi basah

Tanam pinang di atas kubur,

Tanam bayam jauh ke tepi,

Walaupun musang sedang tidur,

Mengira ayam di dalam mimpi

Anak bakau di rumpun salak,

Patah taruknya ditimpa genta,

Riuh kerbau tergelak-gelak,

Melihat beruk berkaca mata

Beli aspirin obat mata

Anak kuda di pingir kali

Biar miskin aku tetap cinta

Karna harta gampang di cari

Orang menganyam sambil duduk,

Kalau sudah bawa ke balai,

Melihat ayam memakai tanduk,

Datang musang meminta damai

Hilir lorong mudik lorong,

Bertongkat batang temberau,

Bukan saya berkata bohong,

Katak memikul paha kerbau

Elok berjalan kota tua

Kiri kanan berbatang sepat

Elok berbini orang tua

Perut kenyang ajaran dapat

Di kedai Yahya berjual surat,

Di kedai kami berjual sisir,

Sang buaya melompat ke darat,

Melihat kambing terjun ke air

Mengarang lagu lalu kunyanyikan

Untuk menghibur si bunga pujaan

Adakah sibunga merasa nyaman

Mari kita teruskan di pelaminan

Jait baju bikin kebaya

Untuk kondangan dihari selasa

Di kasih tau ga percaya

Kalo Ane bukan buaya

Jangan suka menulis di atas kaca

Menulislah diatas meja

Janganlah menangis karena cinta

Menangislah karena dosa

Malam hari main kulintang

Ditemani sobat sobat tersayang

Gimana hati kagak bimbang

Kepala botak minta dikepang

Seorang anak bernyanyi ria

Sambil bernyanyi menari pula

Siapa yang tidak bakal tertawa

Disangka waras ternyata gila

Hari minggu sudahlah siang

Setelah siang menuju petang

Ditunggu tunggu gak juga datang

Sekali datang kok nagih utang

Jalan-jalan ke pinggir empang

Nemu sendok di pinggir empang

Hati siapa tak bimbang

Saya botak minta dikepang

Pergi ke pasar naik onta

Membeli anting intan permata

Gak peduli situ udah tua

Yang penting saling mencinta

Ikan gabus di rawa-rawa

Ikan belut nyangkut di jaring

Perutku sakit menahan tawa

Gigi palsu loncat ke piring 

Elok berjalan kota tua

Kiri kanan berbatang sepat

Elok berbini orang tua

Perut kenyang ajaran dapat

Sakit kaki ditikam jeruju

Jeruju ada di dalam paya

Sakit hati memandang susu

Susu ada dalam kebaya

Naik ke bukit membeli lada

Lada sebiji dibelah tujuh

Apanya sakit berbini janda

Anak tiri boleh disuruh

Orang Sasak pergi ke Bali

Membawa pelita semuanya

Berbisik pekak dengan tuli

Tertawa si buta melihatnya

Jalan-jalan ke rawa-rawa

Jika capai duduk di pohon palem

Geli hati menahan tawa

Melihat katak memakai helm

Limau purut di tepi rawa,

buah dilanting belum masak

Sakit perut sebab tertawa,

melihat kucing duduk berbedak

jangan suka makan mentimun

karna banyak getahnya

hai kawan jangan melamun

melamun itu tak ada gunanya 

Demikianlah sedikit informasi mengenai pantun jenaka yang dapat admin sampaikan pada mengenai Pantun Jenaka,, Semoga bermanfat…

Baca Juga : Kata Kata 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *